Pertamina Tutup 64 Sumur Ilegal di Wilayah Sumatera

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • DOK/TEMPO/Adri Irianto

    DOK/TEMPO/Adri Irianto

    TEMPO.CO, Jakarta - PT Pertamina EP Asset 1 selama beberapa waktu terakhir ini telah menutup sebanyak 64 titik sumur minyak ilegal yang merugikan perusahaan negara di bidang migas tersebut.

    Staff Field Ramba PT Pertamina EP Asset 1, Suharjono di Jambi Rabu, 19 Oktober 2016  mengatakan penutupan ke-64 titik sumur minyak ilegal yang bukan dikelola oleh Pertamina dan rekanannya itu dilakukan pihak PT Pertamina EP Asset 1 untuk wilayah Sumatera bersama dengan pihak TNI dan Polri.

    "Upaya itu dilakukan sebagai tindakan pihak Pertamina untuk mengurangi dan terus menekan tindak kejahatan terutama pelaku pengeboran sumur minyak ilegal baik sistem "drilling" maupun "tapping" yang ada di wilayah Sumatera," kata Suharjoni dihadapan peserta media edukasi PT Pertamina EP Asset 1 di Jambi.

    Sampai saat ini jumlah kejahatan pencurian minyak baik sistem "drilling" atau pengeboran dan "tappping" (pelumbangan pipa jalur minyak) masih terus terjadi dan Pertamina terus menekan aksi tersebut melalui kerjasana dengan TNI dan Polri.

    Penutupan puluhan sumur minyak ilegal tersebut tersebar mulai dari wilayah PT Pertamina EP Asset 1 untuk wilayah kerjanya di field Rantau dan Pengkalan Susu di Provinsi Sumatera Utara, Lirik (Riau), Jambi dan Ramba (Sumatera Selatan).

    Sementara itu, Staff Public Relations PT Pertamina EP Asset 1 wilayah Jambi, Arina dalam diskusi media edukasi dengan sejumlah wartawan di Jambi tersebut, mengatakan untuk wilayah Jambi sendiri diakuinya masih sering terjadi illegal tapping karena Jambi memiliki jalur pipa minyak yang dikirim dari Tempino, Jambi ke Plaju, Sumatera Selatan dengan jarak panjang pipanya 290 kilometer.

    "Untuk Jambi memang masih sering kami temukan aksi illegal tapping sepanjang jalur pipa minyak untuk pengiriman dari Kenal Asam, Kota Jambi menuju Tempino Kabupaten Muarojambi," kata Arina.

    Namun upaya tindakan tegas sudah dilakukan pihak Pertamina dan berhasil menangkap pelakunya yang telah diserahkan kepada pihak kepolisian untuk diproses hukum selanjutnya.

    Saat ini pihak Pertamina sudah memasang alat untuk mendeteksi aksi pencurian minyak dari pipa pengiriman dan upaya ini juga sangat bermanfaat bagi pengurangan aksi pencurian minyak melalu illegal tapping.

    "Selain penutupan sumur minyak ilegal maupun penangkapan pelaku illegal tapping, pihak juga sudah bekerjasama dengan TNI dan Polri untuk melakukan penertiban dan penegakan hukumnya," kata Arina.

    Untuk pengawasan jalur pipa dari Tempino Jambi menuju Plaju, Sumatera Selatan, PT Pertamina EP Asset 1 telah memberikan tugas kepada anak perusahaan Pertagas untuk menjaga dan merawat pipa tersebut.

    "Kini pihak Pertamina sedang berupaya maksimal untuk mengurangi aksi kejahatan pencurian minyak yang seharusnya dikelola oleh negara, bukan oleh masyaralat umum atau lainnya," kata Arina.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Arti Bilangan R(0) dan R(t) untuk Menerapkan New Normal

    Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Suharso Monoarfa mengatakan bahwa suatu daerah dapat melaksanakan New Normal bila memenuhi indikator R(0).