2 Tahun Jokowi-JK, Pariwisata Industri Paling Bergairah  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Jokowi-Jusuf Kalla, beri keterangan pers usai pertemuan tertutup, di Kantor Transisi Jokowi-JK, Jakarta, 15 September 2014. Jokowi umumkan susunan kabinetnya akan terdiri dari 34 kementerian yang akan diisi oleh 18 kalangan profesional dan 16 kalangan profesional partai politik. TEMPO/Imam Sukamto

    Jokowi-Jusuf Kalla, beri keterangan pers usai pertemuan tertutup, di Kantor Transisi Jokowi-JK, Jakarta, 15 September 2014. Jokowi umumkan susunan kabinetnya akan terdiri dari 34 kementerian yang akan diisi oleh 18 kalangan profesional dan 16 kalangan profesional partai politik. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.COJakarta - Ketua Association of the Indonesia Tours and Travel Agencies (Asita) Asnawi Bahar mengatakan, dalam dua tahun pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla, sektor  pariwisata menjadi industri paling bergairah. Ini ditunjukkan melalui penambahan anggaran Kementerian Pariwisata menjadi Rp 5,6 triliun.

    "Ada program terobosan dan anggaran yang ditingkatkan cukup besar. Ada target yang jelas ke menteri dan dikasih anggaran, Rp 5,6 triliun dari Rp 400 miliar," kata Asnawi saat dihubungi Tempo, di Jakarta, Rabu, 19 Oktober 2016.

    Situasi ini, kata Asnawi, makin bergairah ketika Presiden Jokowi berkunjung langsung ke pariwisata daerah. Menurut dia, ini menstimulasi kinerja pemerintah daerah dan perekonomian masyarakat di daerah. "Dengan sering turun, itu artinya merangkul pemda untuk aktif. Presiden saja sudah datang, pemerintah daerahnya menjadi bergairah," ujarnya.

    Baca: Jokowi Terapkan BBM Satu Harga di Papua  

    Ditambah lagi, kata Asnawi, Kementerian Pariwisata masih dianggap berhasil dalam menangkap isu internasional dengan melakukan promosi digital dan mengincar pangsa pasar prospektif. "Industri pariwisata adalah industri paling bergairah dibanding industri lain." 

    Meskipun begitu, Asnawi mencatat beberapa persoalan terkait dengan kompetisi sektor pariwisata di seluruh dunia. "Di ASEAN saja, kita masih di bawah Malaysia, Singapura, dan Thailand," ucapnya. Bukan hanya itu, menurut Asnawi, banyak sumber daya manusia di daerah belum siap menghadapi persaingan di sektor pariwisata.

    Simak: Nikita Mirzani Sebut Suami Nafa Bang Toyib, Mengapa?

    Asnawi menambahkan, sektor pariwisata juga mengalami permasalahan infrastruktur. Pariwisata di daerah masih menghadapi permasalahan aksesibilitas dan kapasitas angkut. "Jangan sampai ke Raja Ampat tiketnya lebih mahal daripada ke Singapura. SDM juga masih bisa ditingkatkan kapasitasnya." Ia meyakini sektor pariwisata bakal berkontribusi besar dalam penerimaan negara.

    ARKHELAUS W.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Donald Trump dan Para Presiden AS yang Menghadapi Pemakzulan

    Donald Trump menghadapi pemakzulan pada September 2019. Hanya terjadi dua pemakzulan terhadap presiden AS, dua lainnya hanya menghadapi ancaman.