Wejangan Sri Mulyani ke Wisudawan STAN: Jangan Khianati RI  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Keuangan Sri Mulyani berfoto bersama wisudawan PKN STAN di SICC, Bogor, Rabu, 19 Oktober 2016. TEMPO/Vindry Florentin

    Menteri Keuangan Sri Mulyani berfoto bersama wisudawan PKN STAN di SICC, Bogor, Rabu, 19 Oktober 2016. TEMPO/Vindry Florentin

    TEMPO.COBogor - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memberikan wejangan kepada lulusan program diploma I dan III Politeknik Keuangan Negara (PKN) STAN yang diwisuda di Sentul International Convention Center (SICC), Bogor, Rabu, 19 Oktober 2016.

    Sri Mulyani mengatakan lulusan PKN STAN merupakan golongan manusia yang beruntung. Sebab, 4.260 lulusan PKN STAN langsung ditempatkan di instansi pemerintah setelah lulus tes kompetensi dasar. "Sementara 944 ribu lulusan diploma dan universitas tidak memiliki pekerjaan dari total pengangguran sebanyak 7 juta," kata Sri Mulyani.

    Menurut Sri Mulyani, status dan keistimewaan sebagai lulusan PKN STAN tersebut merupakan kesempatan besar dan kehormatan yang tidak boleh dinodai. "Jangan khianati Republik Indonesia," ujar Sri Mulyani di SICC.

    Ia meminta para lulusan mencontoh alumni STAN yang berprestasi dalam mengabdi kepada negara. Sedangkan alumni yang buruk dan merusak nama baik STAN harus dijauhi dan dimusuhi.

    Menurut Sri Mulyani, akan banyak tantangan menanti alumni baru. Sebab, mereka harus terus mampu menangkap aspirasi masyarakat, memahami harapan masyarakat, dan menerjemahkannya dalam bentuk kebijakan untuk memberikan solusi agar harapan masyarakat tidak dikecewakan.

    Dalam hal pengelolaan keuangan negara, Sri Mulyani menegaskan bahwa tugas mereka hanya bekerja untuk rakyat. "Keuangan negara bukan keuangan pribadi," tuturnya. Ia mengatakan komitmen untuk menjaga keuangan negara demi kepentingan rakyat merupakan komitmen seumur hidup.

    Ia juga mengingatkan agar semua alumni menjaga martabat, kehormatan, harga diri, dan profesionalisme. "Itu tidak untuk diperjualbelikan," ucapnya.

    Sri Mulyani menutup wejangannya dengan memberikan pedoman untuk menjalani karier dan hidup. "Hidup adalah untuk mencari kemenangan," katanya. Bentuk kemenangan itu, menurut dia, tidak berupa materiil, melainkan pencapaian untuk tidak pernah mengkhianati nurani.

    Bentuk kemenangan lainnya ialah tidak pernah memperjualbelikan harga diri dan integritas. "Kemenangan juga jika Anda bisa bangga, pada akhir karir, mengatakan bahwa saya selalu dalam posisi memberi dan berbakti, bukan menerima dan meminta," ujarnya.

    VINDRY FLORENTIN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menimbun Kalori Kue Lebaran, seperti Nastar dan Kastengel

    Dua kue favorit masyarakat Indonesia saat lebaran adalah nastar dan kastangel. Waspada, dua kue itu punya tinggi kalori. Bagaimana kue-kue lain?