Kopi Robusta Bengkulu Masuk Jajaran Kopi Terbaik Indonesia  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • REUTERS/Yusuf Ahmad

    REUTERS/Yusuf Ahmad

    TEMPO.COBengkulu - Kopi robusta asal Kabupaten Kepahiang, Provinsi Bengkulu, dengan merek dagang Ngupei Konakito masuk jajaran 15 kopi terbaik Indonesia. Kabar ini tersiar dalam ajang AEKI AICE Coffee Contest 2016 yang diselenggarakan Asosiasi Eksportir dan Industri Kopi Indonesia (AEKI) dan Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Indonesia (PPKKI).

    “Kopi robusta Kepahiang, Bengkulu, terpilih masuk 15 besar untuk dipilih tiga besar sebagai kopi terbaik di Indonesia,” kata pegiat kopi dari Konakito Bengkulu, Heri Supandi, Selasa, 18 Oktober 2016.

    Baca: 
    Polri dan TNI Dapat Hibah Miliaran, Ini Penjelasan Ahok
    Tewas Misterius, Peneliti UFO Inggris Kirim Pesan ke Ibunya
    Wonder Woman Jadi Duta Pemberdayaan Perempuan, PBB Dikritik

    Menurut Heri, ini adalah pertama kalinya kopi jenis robusta asal Kepahiang ikut kontes tersebut. Hal ini menjadi kebanggaan sendiri karena kopi tersebut dapat sejajar dengan kopi terbaik lainnya.

    Ia menjelaskan, kompetisi AEKI AICE COFFEE Contest 2016 dihadiri juri-juri terbaik dari 12 negara. Puncak acara itu digelar pada Hari Kopi Nasional di Takengon, Aceh, Oktober ini. Acara tersebut diikuti pegiat kopi dari berbagai daerah, antara lain kopi robusta dari Pulau Jawa, Sumatera Selatan, Lampung, dan Aceh.

    Heri mengungkapkan, mengikuti kompetisi bergengsi ini merupakan salah satu terobosan guna memperkenalkan bahwa kopi Bengkulu berada di tingkat internasional. “Ini adalah upaya membuka peluang ekspor kopi Bengkulu nantinya menjadi lebih besar lagi dan menjadi kebanggaan daerah,” ujar Heri.

    Kopi Konakito sendiri, dia melanjutkan, memiliki beberapa varian cita rasa yang wajib dicoba para pencinta kopi, antara lain Robusta Original, Robusta Tradisional, Robusta Super, Robusta Semang, dan arabika.

    PHESI ESTER JULIKAWATI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Palapa Ring Akan Rampung Setelah 14 Tahun

    Dicetuskan pada 2005, pembangunan serat optik Palapa Ring baru dimulai pada 2016.