Untuk Nonton Film, Biaya Langganan Hooq Rp 50 Ribu per Bulan  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Peluncuran aplikasi terbaru Hooq di Indonesia oleh CEO Hooq, Peter Bithos di XXI Lounge Plaza Senayan, Jakarta, 18 Oktober 2016. TEMPO/Maya Nawangmulan.

    Peluncuran aplikasi terbaru Hooq di Indonesia oleh CEO Hooq, Peter Bithos di XXI Lounge Plaza Senayan, Jakarta, 18 Oktober 2016. TEMPO/Maya Nawangmulan.

    TEMPO.COJakarta - Perusahaan Hooq Indonesia terus mempromosikan produknya buat konsumen di Tanah Air. Mereka mengklaim dapat menghadirkan film yang biasanya hanya disaksikan di layar teater atau televisi untuk mengisi waktu kosong pengguna perangkat bergerak. 

    "Kita semua memiliki pengalaman terjebak di kemacetan jalanan, menunggu penerbangan di bandara, atau sendirian di rumah tanpa teman bicara. Semua momen ini yang ingin Hooq isi di hidup penggunanya," kata Ravi Vora, Chief Marketing Officer Hooq, di XXI Lounge, Plaza Senayan Jakarta, Selasa, 18 Oktober 2016. 

    Ravi menyatakan, untuk mengisi kekosongan waktu tersebut, Hooq menawarkan tayangan hiburan yang biayanya setara dengan 1 cangkir kopi di kedai kopi. Dengan 10 ribu judul film dan serial TV yang dimiliki, Hooq bisa dinikmati pelanggan Indonesia dengan biaya Rp 49.500 per bulan atau Rp 18.700 per minggu.

    "Kami perkenalkan, Hooq Time, Anytime," kata Ravi. Tagline yang dipakai Hooq diakui memiliki kedekatan emosional dengan kondisi aktivitas penggunanya di Indonesia.

    Ravi berjanji Hooq tidak akan mengganggu kenyamanan penonton dengan gangguan iklan. Untuk itu, Hooq tidak menayangkan iklan dalam layanan streaming-nya. "Penonton akan menikmati tayangan tanpa satu pun interupsi iklan."

    Untuk menambah kenyamanan penonton Indonesia, Hooq juga memperkaya jumlah konten yang disediakan dalam aplikasinya. Saat ini Hooq mengklaim jumlah film Indonesia yang dimiliki berjumlah sekitar 2.000 film.

    "Pengguna Indonesia senang menonton film lokal, juga film Hollywood. Karena itu, kami memperbanyak konten lokal," kata Ravu.

    Berdasarkan data yang dimiliki Hooq, sebanyak 60 persen pengguna Indonesia menyukai konten film lokal. Sedangkan 40 persen lainnya menyukai film Hollywood.

    MAYA NAWANGWULAN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Kantor dan Tempat Kerja

    BPOM melansir panduan penerapan new normal alias tatanan baru. Ada sembilan rekomendasi agar pandemi tak merebak di kantor dan tempat kerja.