Kemendag Revitalisasi 272 Pasar Pada 2017  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah pekerja merobohkan bangunan Pasar Bulu, Semarang, Senin (7/5). Revitalisasi bangunan pasar yang dibangun tahun 1930an tersebut masih menjadi polemik untuk mempertahankan pilar-pilar utama. TEMPO/Budi Purwanto

    Sejumlah pekerja merobohkan bangunan Pasar Bulu, Semarang, Senin (7/5). Revitalisasi bangunan pasar yang dibangun tahun 1930an tersebut masih menjadi polemik untuk mempertahankan pilar-pilar utama. TEMPO/Budi Purwanto

    TEMPO.CO, Jakarta - Kementerian Perdagangan akan melakukan pembangunan dan merevitalisasi pasar rakyat melalui dana Tugas Pembantuan (TP) untuk 272 pasar pada 2017, di mana secara keseluruhan pemerintah menargetkan pembangunan 1.000 pasar setiap tahun.

    "Untuk tahun 2017, ada 220 pasar rakyat yang menggunakan dana TP dan 52 pasar merupakan carry over, sisanya dari Dana Alokasi Khusus (DAK) dan dari Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah," kata Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita saat ditemui di Jakarta, Selasa, 18 Oktober 2016.

    Enggartiasto menjelaskan, target pemerintah pada 2017 untuk revitalisasi dan pembangunan pasar adalah sebanyak 1.000 pasar rakyat. Total dana yang dibutuhkan untuk membangun dan merevitalisasi pasar rakyat tersebut kurang lebih sebanyak Rp 3,7 triliun.

    Kementerian Perdagangan berkewajiban untuk membangun dan merevitalisasi sebanyak 272 pasar, di mana sebanyak 52 pasar merupakan pengalokasian kembali untuk tahun 2017 karena pada 2016, terjadi penghematan anggaran oleh pemerintah. Sementara sisanya atau sebanyak 728 unit pasar direvitalisasi melalui dana DAK.

    "Kami prioritaskan ke pasar rakyat skala kecil, tapi yang menyentuh masyarakat banyak. Pembangunan dan revitalisasi pasar rakyat tersebut akan mengikuti standardisasi pembangunan pasar dan juga pedoman tata kelola pasar, seperti soal retribusi serta manajemen keuangan," kata Enggartiasto.

    Enggartiasto menjelaskan, nantinya pedoman tata kelola pasar tersebut juga akan mengatur penggunaan dana retribusi untuk pengembangan pasar itu sendiri. Dengan adanya rencana tersebut, maka pasar itu bisa terpelihara dengan baik.

    "Saat ini, ada retribusi, tapi pertanggungjawabannya tidak jelas. Manajemen pasar menarik retribusi, tapi tidak dipergunakan untuk mengelola pasar dengan baik dan dipergunakan untuk kepentingan mereka," kata Enggartiasto.

    Pada 2015, pemerintah berencana untuk membangun dan merevitalisasi pasar rakyat sebanyak 1.017 unit yang terdiri dari pembangunan melalui dana TP sebanyak 182 unit, dana DAK sebanyak 770 pasar rakyat, dan sebanyak 65 unit dari Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah.

    Realisasi pembangunan dan revitalisasi pasar rakyat pada 2015 tersebut mencapai 99 persen atau sebanyak 1.002 unit pasar. Sementara 15 pasar lainnya tidak terlaksana.

    Pada 2016, untuk pembangunan pasar rakyat melalui dana TP sebanyak 168 pasar dengan anggaran sebesar Rp 1,46 triliun. Sementara untuk Dana Alokasi Khusus, mencakup 710 unit pasar rakyat dengan dana mencapai Rp 1,006 triliun.

    Pada tahun tersebut, direncanakan pembangunan dan revitalisasi pasar rakyat sebanyak 878 unit atau di bawah target yang dipasang oleh pemerintah, yakni sebanyak 1.000 pasar rakyat per tahun dan sebanyak 5.000 pasar rakyat pada 2019.

    Tercatat, jika pembangunan pasar rakyat sesuai dengan skema rencana pemerintah, selama masa pemerintahan Presiden Joko Widodo hingga akhir 2016 ini sudah melakukan pembangunan dan revitalisasi pasar sebanyak 1.880 pasar rakyat.

    BISNIS.COM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Arab Saudi Buka Bioskop dan Perempuan Boleh Pergi Tanpa Mahram

    Berbagai perubahan besar yang terjadi di Arab Saudi mulai dari dibukanya bioskop hingga perempuan dapat bepergian ke luar kerajaan tanpa mahramnya.