BEI: 10 Perusahaan Belum Penuhi

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Harga saham PT Paramita Bangun Sarana Tbk dan PT Aneka Gas Industri Tbk melesat usai resmi diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia, 28 September 2016. Tempo/Destrianita

    Harga saham PT Paramita Bangun Sarana Tbk dan PT Aneka Gas Industri Tbk melesat usai resmi diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia, 28 September 2016. Tempo/Destrianita

    TEMPO.CO, Jakarta - Bursa Efek Indonesia (BEI) mengemukakan bahwa dari 535 perusahaan tercatat atau emiten sebanyak 10 perusahaan belum memenuhi aturan batas minimum saham publik beredar atau free float sebesar 7,5 persen dari total saham yang diterbitkan.

    "Ada 10 perusahaan yang belum free float, dan beberapa perusahaan belum memenuhi jumlah pemegang saham minimal 300 pihak yang memiliki rekening efek di anggota Bursa Efek," ujar Direktur Penilaian Perusahaan BEI Samsul Hidayat di Jakarta, Selasa, 18 Oktober 2016.

    Ia mengatakan bahwa aturan itu tercantum dalam Keputusan Direksi BEI Nomor Kep-00001/BEI/01-2014 perihal Perubahan Peraturan Nomor I-A tentang Pencatatan Saham dan Efek Bersifat Ekuitas selain Saham yang diterbitkan oleh emiten.

    "Sebagian dari perusahaan itu juga sudah disuspensi sahamnya. Sebagaian lagi sedang berupaya untuk memenuhi aturan itu. Pada bulan ini, akan ada sanksi peringatan dan denda," ucapnya.

    Samsul mengemukakan bahwa salah satu perusahaan merencanakan untuk memenuhi aturan itu pada 2017 mendatang. Meski demikian, perusahaan itu tetap dikenakan denda.

    "Selain denda, mereka harus menunjukkan proposal rencana itu ke Bursa," ujarnya.

    Sebelumnya, Direktur Utama BEI Tito Sulistio mengatakan bahwa untuk memenuhi aturan itu emiten dapat melakukan beberapa langkah, seperti melaksanakan penerbitan saham terbatas (right issue) hingga pemecahan nilai saham (stock split).

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.