Cirebon Ekspres-Tegal Bahari Berubah Jadi Kereta Ekonomi AC  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemudik bergegas menuju rangkaian gerbong kereta api Cirebon Ekspress di Stasiun Gambir, Jakarta Pusat, Sabtu 26 Juli 2014. ANTARA/Andika Wahyu

    Pemudik bergegas menuju rangkaian gerbong kereta api Cirebon Ekspress di Stasiun Gambir, Jakarta Pusat, Sabtu 26 Juli 2014. ANTARA/Andika Wahyu

    TEMPO.CO, Jakarta - Kereta api Cirebon Ekspres dan Tegal Bahari yang semula merupakan kereta bisnis, mulai 18 Oktober 2016, berubah menjadi kereta ekonomi AC, tapi dengan pelayanan yang sama dan tidak berubah. Hal itu diungkapkan Manajer Humas PT KAI Daerah Operasi (Daop) III Cirebon Krisbiyantoro di Cirebon, Jawa Barat, Senin, 17 Oktober 2016.

    "Tidak ada pengaruh dengan sarana. Itu hanya replace saja mengingat kereta baru kelas ekonomi new image lebih tepat digunakan untuk KA rute jarak menengah," ujarnya.

    Ia menuturkan dengan adanya perubahan itu, otomatis tiket juga mengalami penurunan. Sekarang ini, tiket dipatok di angka Rp 60 ribu.

    Meskipun harga tiket menjadi lebih murah, tapi fasilitas KA ekonomi AC itu tidak kalah dengan KA yang sebelumnya.

    "Mengenai harga, disesuaikan dan kita patok di harga Rp 60 ribu saja," tuturnya.

    Perubahan sarana ini dikhususkan pada KA jarak menengah, rangkaian kereta kelas bisnis (K2) diganti dengan rangkaian kereta baru kelas ekonomi new image (K3 New).

    Menurut Kris, tahun 2015 lalu, secara bertahap PT KAI mulai mengganti rangkaian kereta lama dengan yang baru untuk memberikan pelayanan yang terbaik bagi pengguna jasa kereta api.

    "Ini merupakan bentuk pelayanan dan inovasi dari kami kepada pelanggan setia," tambahnya.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.