Tren Dolar Positif, Rupiah Ditutup Melemah

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    TEMPO.CO, Jakarta - Nilai tukar rupiah ditutup melemah pada perdagangan hari ini, Senin (17 Oktober 2016).

    Rupiah ditutup terdepresiasi 36 poin atau 0,28% di level Rp13.069 per dolar AS setelah diperdagangkan pada kisaran  Rp13.037 – Rp13.086 per dolar AS.

    Rupiah sebelumnya juga dibuka melemah sebesar 0,20% atau 26 poin di Rp13.059 per dolar AS dan terus bergerak di zona merah sepanjang perdagangan.

    Pelemahan rupiah terjadi saat mayoritas kurs Asia juga ditransaksikan melemah di tengah indeks dolar AS yang sempat menguat.

    Ekonom Samuel Sekuritas Indonesia Rangga Cipta menilai indeks dolar AS yang saat ini masih berada di tren penguatan serta ancaman kenaikan imbal hasil global mengembalikan dorongan pelemahan rupiah. 

    Dari domestik terisinya posisi menteri ESDM mengurangi satu ketidakpastian yang tersisa sehingga secara umum, sentimen domestik masih positif.

    Fokus pasar hari ini juga tertuju pada data neraca perdagangan. Seperti diketahui, Badan Pusat Statistik mengumumkan nilai neraca perdagangan pada September 2016 mengalami surplus US$1,21 miliar yang dipicu oleh surplus sektor nonmigas sebesar US$1,8 miliar, sementara sektor migas mengalami defisit US$681,1 juta.

    Kepala BPS Suhariyanto mengatakan surplus perkembangan neraca perdagangan pada September 2016 itu merupakan yang tertinggi dalam 13 bulan terakhir.

    Secara rinci, nilai ekspor pada September 2016 mencapai US$12,51 miliar atau menurun 1,84%. Sementara itu, nilai impor September 2016 mencapai US$11,30 miliar atau turun 8,78% dibandingkan bulan sebelumnya.

    Kendati mengalami surplus, namun secara kumulatif nilai ekspor dari awal tahun sampai September 2016 tercatat menurun 9,41% dibanding periode yang sama tahun lalu. Hal yang sama juga terjadi pada volume impor secara kumulatif turun 8,61%.

    Di Asia Tenggara, dolar Singapura terpantau stagnan, baht Thailand menguat 0,18%, ringgit Malaysia melemah 0,56%, sedangkan peso Filipina melemah 0,39%.

    Sementara itu, US Dollar Index yang memantau pergerakan mata uang dolar AS terhadap mata uang utama lainnya terpantau melemah 0,008 poin atau 0,01% ke 98,011 pada pukul 15.57 WIB.

    BISNIS.COM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Arti Bilangan R(0) dan R(t) untuk Menerapkan New Normal

    Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Suharso Monoarfa mengatakan bahwa suatu daerah dapat melaksanakan New Normal bila memenuhi indikator R(0).