Enam Infrastruktur Kelistrikan di Papua Diresmikan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi. wikimedia.org

    Ilustrasi. wikimedia.org

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo meresmikan enam infrastruktur kelistrikan yang ada di Provinsi Papua dan Papua Barat, di Jayapura, pada Senin sore (17 Oktober 2016).

    Direktur Utama PT. PLN (Persero) Sofyan Basir mengungkapkan proyek-proyek kelistrikan yang baru diresmikan Presiden itu adalah proyek yang cukup lama, bahkan pembangunannya ada yang dimulai pada 2008.

    "Ini Gardu Induk pertama yang berhasil dibangun di Tanah Papua," kata Sofyan Basir yang juga pernah menjabat sebagai Dirut BRI.

    Diakuinya rasio elektrifikasi di Papua masih tergolong kecil, namun pihaknya telah berkomitmen untuk meningkatkan hal tersebut hingga 2019.

    "Saat ini rasio elektrifikasi di Provinsi Papua 47 persen, sedangkan 86 persen di Papua Barat," ujarnya lagi.

    Sementara Gubernur Papua Lukas Enembe mengapresiasi peresmian enam infrastruktur kelistrikan yang dilakukan langsung oleh Presiden.

    "Ketersediaan energi listrik sangat strategis karena sangat berdampak pada perkembangan investasi daerah dan perekonomian masyarakat," kata dia.

    Enam infrastruktur kelistrikan yang diresmikan Presiden, adalah, PLTA Orya Genyem (20 MW), PLTMH Prafi Manokwari (3 MW), SUTT 70 KV Genyem-Waena-Jayapura (sepanjang WZS,6 km sirkit), SUTT 70 KV Holtekam-Jayapura (43,4 KM), Gardu Induk Waena-Sentani 20 MVA, dan GI Jayapura 20 MVA.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Perpres Investasi Miras

    Pemerintah terbitkan perpres investasi miras, singkat dan minuman keras. Beleid itu membuka investasi industri minuman beralkohol di sejumlah daerah.