Ekspor Ikan Hias Sulut ke Thailand Makin Meningkat

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    TEMPO.CO, Jakarta - Thailand semakin meminati ikan hias hidup dari Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) dan ekspor ke negara tersebut dilakukan rutin setiap bulan.

    "Pada September 2016, telah diekspor ikan hias hidup sebanyak 51 kilogram dan menghasilkan devisa bagi negara sebesar 800 dolar Amerika Serikat (AS)," kata Kepala Bidang Perdagangan Luar Negeri Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Sulut T Hasudungan Siregar di Manado, Senin (17 Oktober 2016).

    Dia mengatakan Thailand sudah menjadi negara tujuan utama ekspor ikan hias hidup sehingga pengirimannya dilakukan setiap bulan.

    "Ikan hias hidup ini memiliki keistimewaan tersendiri sehingga permintaan terus berdatangan," jelasnya.

    Dia mengatakan ikan hias hidup di Sulut yang mulai dilirik pasar luar negeri menunjukkan peningkatan signifikan baik dari sisi volume maupun nilainya karena harganya cukup baik.

    "Peningkatan perolehan devisa tersebut salah satu di antaranya karena harga yang dinikmati pengekspor sangat bagus di pasaran, didukung dengan kualitas yang terjamin hingga ke tempat konsumen di mancanegara," jelasnya.

    Faktor penyebab harga komoditas hasil laut tersebut dihargai cukup baik di Thailand karena sisi bentuk dan warna yang bagus serta kualitas hidup ikan terjamin dari sejak penangkapan hingga pengiriman lewat udara hingga ke tangan konsumen.

    Bertambahnya perdagangan ikan hias hidup dari Sulut itu didukung dengan lancarnya penerbangan sebagai sarana angkutan utama.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menimbun Kalori Kue Lebaran, seperti Nastar dan Kastengel

    Dua kue favorit masyarakat Indonesia saat lebaran adalah nastar dan kastangel. Waspada, dua kue itu punya tinggi kalori. Bagaimana kue-kue lain?