Temui Wapres JK, Jonan dan Arcandra Bahas Apa?  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menko Maritim yang juga pejabat lama Plt Menteri ESDM Luhut Binsar Pandjaitan (tengah) berjabat tangan dengan Menteri ESDM Ignasius Jonan (kiri) dan Wakil Menteri ESDM Archandra Tahar (kanan) dalam acara serah terima jabatan (sertijab) di Jakarta, 17 Oktober 2016. Tempo/Tony Hartawan

    Menko Maritim yang juga pejabat lama Plt Menteri ESDM Luhut Binsar Pandjaitan (tengah) berjabat tangan dengan Menteri ESDM Ignasius Jonan (kiri) dan Wakil Menteri ESDM Archandra Tahar (kanan) dalam acara serah terima jabatan (sertijab) di Jakarta, 17 Oktober 2016. Tempo/Tony Hartawan

    TEMPO.COJakarta - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Ignasius Jonan dan wakilnya, Arcandra Tahar, menemui Wakil Presiden Jusuf Kalla setelah melakukan serah-terima jabatan. Pertemuan itu diisi dengan diskusi yang bersifat umum di bidang energi dan sumber daya mineral.

    "Kami berdua lapor karena Jumat pekan lalu beliau kan di Makassar. Lapor saja," kata Jonan seusai pertemuan, Senin sore, 17 Oktober 2016, di kantor Wapres, Jakarta. Jonan datang berdua dengan Arcandra dan bertemu dengan Kalla sekitar satu jam.

    Jonan mengatakan, dalam pertemuan itu mereka mendapat nasihat-nasihat yang sifatnya umum untuk memajukan bidang energi dan sumber daya mineral. Mantan Menteri Perhubungan itu mengaku tidak ada pesan khusus dari Kalla. 

    "Enggak ada, diskusi saja, fokus kebutuhannya apa, misalnya proyek pemerintah 35 ribu megawatt, lalu sumber daya mineral, tantangannya apa. Ya umumlah, Anda juga sudah tahu," kata Jonan.

    Terkait proyek 35 ribu MW, Jonan belum mau menjelaskan lebih lanjut strategi menyelesaikan proyek tersebut. Dia beralasan dirinya dan Arcandra baru saja melakukan sertijab pada Senin ini dan baru melakukan rapat dengan unit-unit di Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral.

    Sama seperti Jonan, Arcandra juga irit bicara. Dia hanya mengatakan proyek listrik 35 MW sedang dievaluasi ulang. "Kami lihat berapa pencapaiannya. Tapi tunggu waktu. Nanti kami sampaikan bagaimana mengejar targetnya," katanya.

    AMIRULLAH


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.