Dalam 2 Pekan, Penerimaan Tax Amnesty Bertambah Rp 365,92 M  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Aktivitas kantor pelayana Amnesti Pajak di Kantor Pelayanan Pajak Sudirman, Jakarta, 22 Juli 2016. Direktur Jenderal Anggaran Kementerian Keuangan, Askolani mengatakan target pendapatan pajak dari tax amnesty Rp 165 triliun cukup realistis meskipun Bank Indonesia malah memperkirakan penerimaan dari tax amnesty paling sedikit akan sebesar Rp 50 triliun. Tempo/Tony Hartawan

    Aktivitas kantor pelayana Amnesti Pajak di Kantor Pelayanan Pajak Sudirman, Jakarta, 22 Juli 2016. Direktur Jenderal Anggaran Kementerian Keuangan, Askolani mengatakan target pendapatan pajak dari tax amnesty Rp 165 triliun cukup realistis meskipun Bank Indonesia malah memperkirakan penerimaan dari tax amnesty paling sedikit akan sebesar Rp 50 triliun. Tempo/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Selama lebih dari dua pekan bergulir, sejak 1 Oktober hingga hari ini, Senin, 17 Oktober 2016, penerimaan program tax amnesty periode II baru bertambah sebesar Rp 365,92 miliar. Penerimaan tersebut berasal dari tebusan berdasarkan Surat Setoran Pajak (SSP) sebesar Rp 332,69 miliar dan penghentian pemeriksaan bukti permulaan sebesar Rp 31,26 miliar.

    Berdasarkan situs resmi Direktorat Jenderal Pajak, sejak digulirkan pada Juli lalu hingga kini, penerimaan tax amnesty telah menembus Rp 97,51 triliun. Penerimaan dari uang tebusan berdasarkan SSP mencapai Rp 94,06 triliun, dari tunggakan pajak mencapai Rp 3,06 triliun, dan dari penghentian pemeriksaan bukti permulaan mencapai Rp 385,35 miliar.

    Baca: Ini 5 Strategi Sri Mulyani Genjot Basis Tax Amnesty

    Penerimaan sebesar Rp 97,51 triliun tersebut berasal dari 443.804 SSP yang masuk ke Direktorat Jenderal Pajak, baik yang belum menyampaikan surat pernyataan harta (SPH), tapi sudah membayar tebusan, maupun yang sudah melaporkan SPH. Adapun pelaporan SPH telah mencapai 417.488 surat dengan uang tebusan sebesar Rp 93,70 triliun.

    Dari jumlah uang tebusan berdasarkan SPH sebesar Rp 93,70 triliun itu, uang tebusan sebesar Rp 80,1 triliun berasal dari wajib pajak orang pribadi non-usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM); Rp 10,3 triliun dari wajib pajak badan non-UMKM; Rp 3,07 triliun dari wajib pajak orang pribadi UMKM; dan Rp 199 miliar dari wajib pajak badan UMKM.

    Baca: Ini Daftar 9 Profesi Prioritas Target Tax Amnesty

    Hingga hari ini, berdasarkan data statistik amnesti Direktorat Jenderal Pajak, total harta yang berasal dari 417.488 SPH yang telah dilaporkan adalah sebesar Rp 3.843,10 triliun. Deklarasi dalam negeri telah mencapai Rp 2.718 triliun. Deklarasi luar negeri telah mencapai Rp 982 triliun. Sementara itu, repatriasi telah mencapai Rp 143 triliun.

    Program tax amnesty telah memasuki periode II. Program ini telah berlangsung selama tiga setengah bulan sejak pertama kali digulirkan. Undang-Undang tentang Tax Amnesty efektif berlaku pada Juli lalu. Dari tax amnesty, pemerintah menargetkan penerimaan negara sebesar Rp 165 triliun dalam Anggaran Pendapatan Belanja Negara Perubahan 2016.

    ANGELINA ANJAR SAWITRI

    Baca juga:
    Pemerintah Buru Pajak Artis di Media Sosial
    Kejati Jawa Timur Panggil Dahlan Iskan Hari Ini


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.