Pasar Kondusif, IHSG Diperkirakan Menguat  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pergerakan saham di lantai Bursa Efek Indonesia, Jakarta, 18 Maret 2016.  IHSG ditutup flat di level yang hampir sama dengan kemarin yakni 4.885,71 naik 0,02 poin atau 0%. TEMPO/Tony Hartawan

    Pergerakan saham di lantai Bursa Efek Indonesia, Jakarta, 18 Maret 2016. IHSG ditutup flat di level yang hampir sama dengan kemarin yakni 4.885,71 naik 0,02 poin atau 0%. TEMPO/Tony Hartawan

    TEMPO.COJakarta - Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG diperkirakan kembali menguat seiring dengan berlanjutnya aksi beli investor. Menurut analis ekonomi First Asia Capital David Sutyanto, penguatan IHSG ditopang kondusifnya iklim pasar saham global dan kawasan, serta sentimen rilis kinerja emiten kuartal III tahun 2016.

    "IHSG diperkirakan akan bergerak dengan support di 5.380 dan resisten di 5.450 di teritori positif," kata David dalam keterangan tertulisnya, Senin, 17 Oktober 2016.

    Akhir pekan lalu, IHSG berhasil menguat setelah dua sesi perdagangan sebelumnya terkoreksi. IHSG bertahan di 5.410 sebelum tutup di 5.399,88 atau menguat 59,48 (1,1 persen). "Penguatan IHSG terutama ditopang saham perbankan dan konsumsi," ucapnya.

    Redanya risiko pasar kawasan Asia terutama berasal dari respons atas inflasi Cina pada September yang naik 1,9 persen dibanding periode yang sama tahun lalu. Sementara itu, sentimen positif pasar domestik berasal dari rilis laba kuartal III 2016 sejumlah emiten bank yang mencatatkan pertumbuhan laba di atas perkiraan.

    Selama sepekan IHSG berhasil menguat 0,42 persen dan melanjutkan penguatan pada pekan sebelumnya sebesar 0,23 persen. Namun arus dana asing di pasar saham pekan lalu masih cenderung keluar dengan penjualan bersih mencapai Rp 751 miliar setelah pekan sebelumnya mencatatkan penjualan bersih asing Rp 557,84 miliar. Selama sepekan terakhir, IHSG bergerak fluktuatif dalam rentang konsolidasi.

    Sentimen pasar bervariasi tapi lebih didominasi sentimen eksternal terkait menguatnya kemungkinan kenaikan bunga di Amerika Serikat akhir tahun ini, data ekonomi Cina seperti ekspor-impor September yang turun, serta kenaikan sejumlah harga komoditas, seperti minyak mentah dan batu bara.

    Dalam sepekan, harga minyak mentah melanjutkan kenaikan sebesar 1 persen di US$ 50,35 per barel. Harga minyak mentah telah menguat selama empat pekan berturut-turut.

    Sementara itu, bursa global akhir pekan lalu berhasil rebound. Indeks Eurostoxx di kawasan Uni Eropa rebound 1,7 persen di 3.025,19. Di Wall Street, indeks DJIA dan S&P masing-masing rebound 0,22 persen dan 0,02 persen di 18138,38 dan 2132,98.

    Sejumlah faktor yang mengangkat bursa saham Wall Street akhir pekan lalu adalah rilis laba kuartal III 2016 sejumlah emiten bank di atas ekspektasi, seperti JP Morgan, Goldman Sachs, Well Fargo, dan Citigroup. Faktor lain adalah komentar The Fed dan data ekonomi Amerika, seperti penjualan retail September yang naik 0,6 persen dibanding Agustus, yang turun 0,2 persen dari bulan sebelumnya.

    DESTRIANITA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Peranan Penting Orang Tua dalam Kegiatan Belajar dari Rumah

    Orang tua mempunyai peranan yang besar saat dilaksanakannya kegiatan belajar dari rumah.