Tutup Trade Expo 2016, Mendag: Total Transaksi Meningkat  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden RI Joko Widodo didampingi Istri Iriana Joko Widodo bersama Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukitosaat melihat salah satu produk kerajinan pada pameran Jakarta Trade Expo Indonesia (TEI) 2016 di JiExpo Kemayoran, Jakarta,12 Oktober 2016. Dalam pameran produk-produk unggulan Indonesia TEI 2016 tersebut juga menjadi momentum bagi para pengusaha dalam dan luar negeri mendapatkan berbagai produk unggulan serta menjadi ajang pertukaran informasi mengenai produk buatan Indonesia. Tempo/Tony Hartawan

    Presiden RI Joko Widodo didampingi Istri Iriana Joko Widodo bersama Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukitosaat melihat salah satu produk kerajinan pada pameran Jakarta Trade Expo Indonesia (TEI) 2016 di JiExpo Kemayoran, Jakarta,12 Oktober 2016. Dalam pameran produk-produk unggulan Indonesia TEI 2016 tersebut juga menjadi momentum bagi para pengusaha dalam dan luar negeri mendapatkan berbagai produk unggulan serta menjadi ajang pertukaran informasi mengenai produk buatan Indonesia. Tempo/Tony Hartawan

    TEMPO.COJakarta - Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita menutup Trade Expo Indonesia 2016, Minggu, 16 Oktober 2016. Enggartiasto mengungkapkan, transaksi dalam ajang ini mengalami peningkatan dari tahun lalu.

    “Nilai transaksi naik 7,2 persen dari perolehan 2015 per pagi ini,” kata Enggartiasto saat ditemui dalam penutupan Trade Expo Indonesia di Jakarta International Expo, Kemayoran, Jakarta Pusat, Minggu.

    Nilai transaksi dari Trade Expo 2016 mencapai US$ 974,76 juta atau sekitar Rp 12,7 triliun dari target US$ 1 miliar. Angka ini mengalami peningkatan dari total transaksi tahun lalu sebesar US$ 909 juta. “Kami berkeyakinan penuh transaksi akan lebih dari US$ 1 miliar.”

    Bagi Enggartiasto, hal ini merupakan titik balik ekspor nasional. Sejak 2012, nilai transaksi dalam ajang ini selalu mengalami penurunan karena lesunya perekonomian global. Namun dia gembira hasil transaksi pada ajang ini sudah melewati total transaksi pada tahun sebelumnya.

    Hal ini sudah memenuhi ekspektasi Presiden Joko Widodo yang menginginkan trade expo menjadi titik balik ekspor nasional. “Di mana tidak ada penurunan (transaksi) dan kalau bisa ada kenaikan,” ujar Enggartiasto.

    Enggartiasto menuturkan ajang ini menjadi ajang promosi berbagai produk yang dihasilkan produsen dalam negeri. Agar produk-produk itu makin dikenal oleh para calon pembeli dan akhirnya ajang ini membuahkan hasil yang menggembirakan.

    Transaksi paling besar dalam trade expo ini tercatat dilakukan oleh India, Malaysia, Swiss, Mesir, dan Prancis. Sedangkan produk-produk yang paling banyak dibeli adalah furnitur dan makanan. “Mereka mencatatkan perolehan yang menggembirakan, ya,” ucap Enggartiasto.

    DIKO OKTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.