KKP Tangkap 7 Kapal Asing di Perairan Riau dan Sulawesi

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas gabungan memeriksa salah satu dari 10 kapal nelayan asing yang ditenggelamkan di perairan Batam, Kepulauan Riau, 22 Februari 2016. Selain di Batam, delapan kapal di Pulau Datuk (Kalimantan Barat), sepuluh kapal di Bitung (Sulawesi Utara) juga ditenggelamkan hari ini. ANTARA/M N Kanwa

    Petugas gabungan memeriksa salah satu dari 10 kapal nelayan asing yang ditenggelamkan di perairan Batam, Kepulauan Riau, 22 Februari 2016. Selain di Batam, delapan kapal di Pulau Datuk (Kalimantan Barat), sepuluh kapal di Bitung (Sulawesi Utara) juga ditenggelamkan hari ini. ANTARA/M N Kanwa

    TEMPO.CO, Jakarta - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) kembali menangkap tujuh kapal ikan asing ilegal di dua lokasi berbeda pada 7-12 Oktober 2016. Kapal-kapal tersebut diduga melanggar Undang-Undang Nomor 31 Tahun 2004 tentang Perikanan, sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 45 Tahun 2009.

    “Penangkapan kapal ilegal tersebut dilakukan oleh Kapal Pengawas Hiu 014,” ujar Sekretaris Jenderal KKP Sjarief Widjaja dalam keterangan tertulis, Jumat, 14 Oktober 2016.

    Sjarief yang juga menjadi Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) itu mengatakan pihaknya menangkap tiga kapal asing berbendera Malaysia di wilayah Pengelolaan Perikanan Republik Indonesia (WPP-RI) perairan Kepulauan Riau, pada 11 Oktober lalu. Ketiga KIA itu mengangkut 48 awak kapal yang diindikasi berkewarganegaraan Vietnam.

    Ada pun kapal yang ditangkap, masing-masing bernama Kapal Motor Karang, KM PAV 4543, dan KM Murkhan. “Selanjutnya kapal dan ABK dikawal menuju Satuan Kerja PSDKP Batam, untuk kemudian diproses secara hukum oleh Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Perikanan,” kata Sjarif.

    Sementara empat kapal lain, ujarnya, ditangkap oleh Kapal Pengawas Orca 03 di perairan Miangas, Sulawesi Utara, dalam kurun waktu enam hari, sejak 7 hingga 12 Oktober. Petugas KKP pun menahan 30 awak kapal yang diduga berkewarganegaraan Filipina.

    “Mereka dikawal menuju Pangkalan PSDKP Bitung untuk proses hukum.” Penangkapan ini melanjutkan prestasi KKP, yang juga berhasil menahan delapan KIA ilegal di perairan Sulawesi, akhir September 2016.

    Menindaklanjuti temuan ini, Menteri KKP Susi Pudjiastuti telah mengimbau pemerintah daerah untuk tidak memfasilitasi pemberian KTP Indonesia kepada awak kapal asing. Menurut Sjarif, Susi juga mengharapkan kerja sama dari kepolisian untuk mengembangkan kasus dan menangkap siapapun yang terlibat.

    YOHANES PASKALIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Kantor dan Tempat Kerja

    BPOM melansir panduan penerapan new normal alias tatanan baru. Ada sembilan rekomendasi agar pandemi tak merebak di kantor dan tempat kerja.