Menteri ESDM Dilantik Siang Ini, Surat Undangan Tersebar

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pelaksana Tugas Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Luhut B Panjaitan (kanan) berbincang dengan mantan Menteri ESDM Arcandra Tahar (tengah) dan Sudirman Said dalam peringatan Hari Jadi ke-71 Pertambangan dan Energi di Plaza Kementerian ESDM, Jakarta, 4 Oktober 2016. Dalam kesempatan ini, Luhut meminta kepada seluruh jajaran maupun pemangku kepentingan di Kementerian ESDM untuk terus melakukan inovasi dalam rangka mendorong perbaikan energi di Tanah Air. Tempo/Tony Hartawan

    Pelaksana Tugas Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Luhut B Panjaitan (kanan) berbincang dengan mantan Menteri ESDM Arcandra Tahar (tengah) dan Sudirman Said dalam peringatan Hari Jadi ke-71 Pertambangan dan Energi di Plaza Kementerian ESDM, Jakarta, 4 Oktober 2016. Dalam kesempatan ini, Luhut meminta kepada seluruh jajaran maupun pemangku kepentingan di Kementerian ESDM untuk terus melakukan inovasi dalam rangka mendorong perbaikan energi di Tanah Air. Tempo/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Siang ini, Jumat, 14 Oktober 2016 tersebar surat undangan pelantikan Menteri dan Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. Pelantikan akan berlangsung di Istana Negara pada pukul 13.30 WIB.

    Surat dengan stampel dari Kementerian Sekretariat Negara itu tersiar luas melalui applikasi Whatsap. Pihak istana kepresidenan belum bisa dimintai keterangan ihwal tersebarnya kabar itu.

    Sekretaris Kabinet Pramono Anung mengatakan pemilihan Menteri ESDM sepenuhnya kewenangan Presiden Joko Widodo. Begitu juga dengan waktu pelantikan. "Tanya presiden," kata Pramono di Kantor Sekretaris Kabinet, Jakarta, Jumat, 14 Oktober 2016.

    Semalam, Presiden Jokowi mengatakan kalau Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (EDSM) akan berasal dari kalangan profesional dan bukan dari partai politik. Ia menambahkan sudah ada beberapa nama yang tengah digodok, salah satunya ialah Arcandra Tahar yang sebelumnya diberhentikan sebagai Menteri ESDM.

    ADITYA BUDIMAN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Perpres Investasi Miras

    Pemerintah terbitkan perpres investasi miras, singkat dan minuman keras. Beleid itu membuka investasi industri minuman beralkohol di sejumlah daerah.