Mandiri Gandeng Kaltim Kariangau Terminal  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suasana bongkar muat peti kemas di dermaga pelabuhan Tanjung Priok. Foto ini diambil dari atas udara. Jakarta, 3 Agustus 2015. Dimas Ardian/Getty Images

    Suasana bongkar muat peti kemas di dermaga pelabuhan Tanjung Priok. Foto ini diambil dari atas udara. Jakarta, 3 Agustus 2015. Dimas Ardian/Getty Images

    TEMPO.CO, Jakarta - PT Bank Mandiri (Persero) Tbk area Balikpapan akan menjalin perjanjian kerja sama dengan PT Kaltim Kariangau Terminal (KKT) untuk penyedian sistem transaksi keuangan, yakni Payment Bill dan Mandiri Autocollection.

    Dua produk Mandiri itu akan melancarkan dan memudahkan transaksi keuangan antara pelabuhan dengan seluruh rekanan bisnisnya.  Business Head Mandiri area Balikpapan Surya Tedi Jamil mengatakan dua sistem itu ditargetkan mulai aktif dioperasikan pada November.

    "KKT sendiri merupakan nasabah kami. Di sana, kami sudah ada ATM, mesin EDC, dan Mandiri Cash Management. Payment Bill dan Mandiri Autocollection akan melengkapi layanan kami di sana. Kami juga berencana untuk buka kantor kas di KKT," jelas Tedi, Kamis, 13 Oktober 2016.

    Kedua sistem itu akan diterapkan pada transaksi bisnis bongkar muat. Payment Bill merupakan solusi pembayaran terintegrasi melalui e-channel Mandiri, seperti ATM, mobile banking, internet banking, MCM, dan mesin EDC.

    Mandiri Autocollection merupakan solusi pembayaran jasa bongkar muat dari perusahaan-perusahaan perkapalan ke pelabuhan melalui mekanisme pendebitan rekening otomatis yang dilengkapi dengan fitur penahanan dana.

    Menurut Tedi, dengan kedua sistem tersebut, transaksi pembayaran akan lebih aman dari kebocoran dana. Selain itu, pengguna jasa yang sudah menjadi nasabah Mandiri juga tidak akan dikenai biaya-biaya transaksi antarbank.

    "Penyediaan sistem transaksi ini juga memberikan manfaat bagi Mandiri karena ada potensi penambahan nasabah baru, apalagi pada produk Mandiri Autocollection. Kalau ada potensi penambahan nasabah, berarti potensi penjualan produk-produk lainnya juga ada," ujarnya.

    BISNIS.COM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Kantor dan Tempat Kerja

    BPOM melansir panduan penerapan new normal alias tatanan baru. Ada sembilan rekomendasi agar pandemi tak merebak di kantor dan tempat kerja.