Risalah Pertemuan Fed Bayangi Harga Saham di Wall Street

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wall Street. AP/Mark Lennihan

    Wall Street. AP/Mark Lennihan

    TEMPO.CO, Jakarta - Saham-saham di Wall Street berakhir bervariasi pada Rabu atau Kamis pagi WIB (13 Oktober 2016), setelah berfluktuasi dalam kisaran ketat, karena investor mempertimbangkan risalah pertemuan Federal Reserve untuk September.

    Indeks Dow Jones Industrial Average naik 15,54 poin atau 0,09 persen menjadi ditutup pada 18.144,20. Indeks S&P 500 naik 2,45 poin atau 0,11 persen menjadi berakhir di 2.139,18, sedangkan indeks komposit Nasdaq turun 7,77 poin atau 0,15 persen menjadi 5.239,02.

    Menurut risalah pertemuan Fed yang dirilis di sore hari waktu setempat, para pembuat kebijakan umumnya sepakat bahwa alasan untuk menaikkan kebijakan suku bunga telah menguat.

    "Komite sepakat bahwa dalam menentukan waktu dan ukuran penyesuaian mendatang ke kisaran target untuk suku bunga federal fund, pihaknya akan menilai realisasi dan perkiraan kondisi-kondisi ekonomi relatif terhadap target pekerjaan maksimum dan inflasi dua persen," kata risalah.

    Pada pertemuan kebijakan Fed September, bank sentral AS mempertahankan suku bunga federal fund tidak berubah, tetapi mengisyaratkan bahwa Fed bisa memiliki satu kenaikan suku bunga pada akhir tahun ini.

    Pasar sebagian besar mengantisipasi Fed akan menaikkan suku bunga pada akhir tahun ini. Pedagang telah memperkirakan lebih tinggi dari 69 perse kenaikan suku bunga pada Desember, menurut alat FedWatch CME Group.

    "Peserta umumnya sepakat alasan untuk kenaikan suku bunga telah menguat. Mungkin ini semuanya tapi satu atau dua, seperti Lael Brainard, yang baru-baru ini mengatakan dia menganggap alasan untuk kenaikan lebih awal telah berkurang," kata Chris Low, kepala ekonom di FTN Financial, dalam sebuah catatan.

    Harga minyak juga dalam fokus, yang menetap sekitar satu persen lebih rendah pada Rabu, karena dolar AS yang menguat membuat minyak yang dihargakan dalam greenback kurang menarik bagi pemegang mata uang lainnya.

    Di sisi ekonomi, jumlah lowongan kerja menurun menjadi 5,4 juta pada hari kerja terakhir Agustus, Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan pada Rabu, demikian Xinhua.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jangan Unggah Sertifikat Vaksinasi Covid-19 ke Media Sosial

    Menkominfo Johnny G. Plate menjelaskan sejumlah bahaya bila penerima vaksin Sinovac mengunggah atau membagikan foto sertifikat vaksinasi Covid-19.