Pasokan Tersendat, Cabai Merah di Solok Tembus Rp 80 Ribu

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi cabai merah. TEMPO/Prima Mulia

    Ilustrasi cabai merah. TEMPO/Prima Mulia

    TEMPO.CO, Jakarta - Harga cabai merah di sejumlah pasar tradisional di Kabupaten Solok Selatan naik drastis hingga menembus Rp 80 ribu per kilogram karena pasokan kurang lancar.

    "Minggu lalu harga cabai merah masih di kisaran Rp 60 ribu per kilogram, berdasarkan pemantauan pada beberapa hari terakhir, kenaikan harga cabai sudah mencapai Rp 80 ribu," kata Kepala Seksi Perlindungan Konsumen Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan Solok Selatan, Arnonsyah di Padang Aro, Rabu, 12 Oktober 2016.

    Ia mengatakan harga cabai ini masih berpeluang naik, sedangkan pemerintah daerah tidak memiliki program operasi pasar untuk mengendalikan harga cabai.

    "Kenaikan harga cabai ini tergolong cukup cepat," kata dia.

    Pasokan cabai Solok Selatan kebanyakan datang dari Alahan Panjang, Kabupaten Solok, dan dari Kabupaten Kerinci di Jambi.

    "Tanaman cabai petani di Solok Selatan sekarang banyak yang diserang penyakit seperti goreng yang membuat buah cabai kering dan tidak bisa dipanen sehingga pasokannya terus berkurang," katanya.

    Seorang ibu rumah tangga bernama Delta, 41 tahun, menilai harga tinggi ini sangat memberatkannya, tapi tetap dibeli karena sudah menjadi kebutuhan pokok.

    Badan Pusat Statistik (BPS) Sumatera Barat sudah menyatakan cabai merah dan jengkol adalah dua komoditas pemicu inflasi di Padang pada September 2016 yang mencapai 0,58 persen.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    New Normal, Cara Baru dalam Bekerja demi Menghindari Covid-19

    Pemerintah menerbitkan panduan menerapkan new normal dalam bekerja demi keberlangsungan dunia usaha. Perlu juga menerapkan sejumlah perlilaku sehat.