Ini Resep Genjot Ekspor ala Jokowi  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Jokowi menjawab pertanyaan wartawan usai menghadiri acara program pengampunan pajak di Kantor Pusat Ditjen Pajak, Jakarta, 1 Juli 2016. Ia meminta kepada para pengusaha untuk membawa kembali dana yang disimpan di negara asing setelah ada payung hukum pengampunan pajak. TEMPO/Aditia Noviansyah

    Presiden Jokowi menjawab pertanyaan wartawan usai menghadiri acara program pengampunan pajak di Kantor Pusat Ditjen Pajak, Jakarta, 1 Juli 2016. Ia meminta kepada para pengusaha untuk membawa kembali dana yang disimpan di negara asing setelah ada payung hukum pengampunan pajak. TEMPO/Aditia Noviansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - Kondisi ekonomi global yang belum sepenuhnya pulih menciptakan tantangan bagi ekonomi Indonesia. Dengan negara tujuan mengalami pelambatan ekonomi, kegiatan ekspor otomatis turut melemah.

    Presiden Joko Widodo pun menyadari hal tersebut. Saat membuka Trade Expo Indonesia (TEI) 2016, ia menyatakan kondisi itu harus diakali agar ekspor tetap tumbuh. Mantan pengusaha furnitur ini pun mengungkap resep suksesnya.

    "Keadaan ekonomi global masih belum baik, maka harus berani masuk penetrasi ke pasar-pasar yang selama ini tidak pernah kita lihat, yang selama ini tidak pernah kita perhatikan," ucap Jokowi di JIExpo, Kemayoran, Jakarta, Rabu, 12 Oktober 2016.

    Presiden menyebut beberapa negara dan kawasan yang bisa menjadi tujuan ekspor alternatif bagi pengusaha Indonesia, di antaranya negara-negara di Asia Selatan, Afrika, dan Amerika Selatan.

    Baca: Bekraf Tutup 44 Situs Pembajakan Musik dan Film, Ini Efeknya 

    Jokowi  mengungkap alasannya. "Afrika itu pasar yang bagus untuk produk kita. Di sana, untuk pasar menengah ke bawah, produk kita bisa masuk. Ke level atas juga bisa masuk.”

    Sedangkan India dinilainya potensial sebagai pasar ekspor karena jumlah penduduknya besar. Begitu juga negara-negara di kawasan Amerika Latin yang selama ini kurang dilirik karena letaknya yang jauh. Selain itu, penetrasi ekspor bisa dilakukan ke negara yang lebih terbuka secara politis. “Iran yang mulai terbuka ini juga kita bisa masuk.”

    Selain itu, Jokowi menyoroti masalah desain dan kemasan produk untuk memikat calon konsumen di luar negeri. Produsen produk ekspor harus menyesuaikan desain dan kemasan dengan segmen pasar yang diincarnya. "Produk kita akan meningkat kelasnya. Bukan di pasar bawah, melainkan di pasar tengah dan pasar atas. Kalau produk-produk di kampung, berikan sentuhan desain," tuturnya.

    Simak: Penangkapan Polisi di Diskotek, Kapolri: Itu Perintah Saya 

    Terakhir, Presiden berjanji akan membuat kegiatan promosi yang lebih terarah dengan memfokuskan anggaran. Menurut dia, dulu ada 17 kementerian dan lembaga negara yang memiliki dana promosi. “Dulu tidak terkonsentrasi, sehingga tujuannya ke mana menjadi berceceran. Ini sudah dikumpulkan. Nanti akan kelihatan, fokus, konsentrasi bisa masuk ke pasar yang kita inginkan."

    PINGIT ARIA



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cara Permohonan Pengembalian Biaya Perjalanan Ibadah Haji 2020

    Pemerintah membatalkan perjalanan jamaah haji 2020. Ada mekanisme untuk mengajukan pengembalian setoran pelunasan Biaya Perjalanan Ibadah Haji.