Tanpa Pidato, Jokowi Buka Pameran Trade Expo Indonesia  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo (tengah) melihat salah satu stand yang dipamerkan dalam Trade Expo Indonesia ke 30 di Jakarta Internasional Expo, Kemayoran, Jakarta, 21 Oktober 2015. Tempo/ Aditia Noviansyah

    Presiden Joko Widodo (tengah) melihat salah satu stand yang dipamerkan dalam Trade Expo Indonesia ke 30 di Jakarta Internasional Expo, Kemayoran, Jakarta, 21 Oktober 2015. Tempo/ Aditia Noviansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo secara resmi membuka acara Trade Expo Indonesia (TEI) ke-31 di JIExpo, Kemayoran, Jakarta. Tanpa pidato, pembukaan pameran produk ekspor terbesar Indonesia itu ditandai dengan pemukulan drum.

    "Dengan mengucapkan bismillahirrahmanirrahim, secara resmi, saya buka Trade Expo ke-31," kata Jokowi membuka acara. Sontak, hadirin menyambutnya dengan tepuk tangan.

    Berkemeja biru dengan celana hitam, Presiden didampingi Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution dan Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita. Bersama-sama, mereka kemudian berkeliling area pameran.

    Pada TEI ke-31, Kementerian Perdagangan selaku penyelenggara acara menampilkan 1.100 perusahaan nasional sebagai peserta pameran. "Area pameran pagi ini telah dipenuhi, dan telah hadir sekitar 15.500 buyer," ucap Menteri Enggartiasto.

    Berbagai produk dipamerkan dalam enam zonasi, yaitu manufaktur; furnitur dan dekorasi rumah; produk makanan, minuman, perikanan, dan pertanian; kerajinan premium, kecantikan, dan gaya hidup; industri kreatif; serta jasa dan investasi. Pameran ini berlangsung hingga 16 Oktober 2016.

    Sebelumnya, Enggartiasto menjelaskan, agar perusahaan mampu bersaing, diperlukan peningkatan daya saing. Hal itu dapat dicapai dengan peningkatan kualitas produk, inovasi, dan perbaikan struktur biaya. "Agar dapat menciptakan ekonomi yang kondusif."

    Pameran ekspor yang dibuka hari ini, tutur Enggartiasto, memiliki dua tujuan besar. “Pertama, itu transaksi langsung. Dan kedua, untuk hubungan bisnis jangka panjang," katanya.

    PINGIT ARIA | DIKO OKTARA



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Indonesia dapat Belajar dari Gelombang Kedua Wabah Covid-19 di India

    Gelombang kedua wabah Covid-19 memukul India. Pukulan gelombang kedua ini lebih gawat dibandingkan Februari 2021.