Jokowi Hadiri Pameran Produk Ekspor Indonesia  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Jokowi menjawab pertanyaan wartawan usai menghadiri acara program pengampunan pajak di Kantor Pusat Ditjen Pajak, Jakarta, 1 Juli 2016. Ia meminta kepada para pengusaha untuk membawa kembali dana yang disimpan di negara asing setelah ada payung hukum pengampunan pajak. TEMPO/Aditia Noviansyah

    Presiden Jokowi menjawab pertanyaan wartawan usai menghadiri acara program pengampunan pajak di Kantor Pusat Ditjen Pajak, Jakarta, 1 Juli 2016. Ia meminta kepada para pengusaha untuk membawa kembali dana yang disimpan di negara asing setelah ada payung hukum pengampunan pajak. TEMPO/Aditia Noviansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo menghadiri pameran produk-produk ekspor Indonesia. Pameran bertajuk Trade Expo Indonesia (TEI) 2016 ini digelar di Jakarta International Expo, Kemayoran, Jakarta, pada 12-16 Oktober 2016.

    Presiden Jokowi tidak memberikan sambutan. Ia hanya membuka acara. Pembukaan acara ditandai dengan pemukulan kendang secara bersama oleh Presiden Jokowi, Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution, Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita, dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat.

    Menteri Enggartiasto dalam sambutannya mengatakan tujuan digelarnya pameran tersebut adalah meningkatkan hubungan perdagangan. "Target lain, agar ada transaksi langsung," ucapnya di JIExpo, Jakarta, Rabu, 12 Oktober 2016.

    Selain itu, Enggartiasto menilai Indonesia harus mempunyai produk unggulan lain meski tengah menghadapi ekonomi global yang lesu.

    Sebelumnya, Enggartiasto menyatakan, pada TEI ke-31 ini, ada 1.100 perusahaan nasional yang menjadi peserta pameran dan 14.700 pembeli. Dari 1.100 perusahaan itu, produk unggulan ekspor yang dipamerkan terbagi dalam enam zonasi, yaitu manufaktur; furnitur dan dekorasi rumah; produk makanan, minuman, perikanan, dan pertanian; kerajinan premium, kecantikan, dan gaya hidup; industri kreatif; serta jasa dan investasi.

    Sedangkan pembeli yang akan meramaikan pameran sebagian besar berasal dari pasar
    nontradisional. Mereka antara lain dari Afrika dan Timur Tengah. Pemerintah berharap para pembeli melakukan transaksi bisnis sekaligus menanamkan investasinya di Indonesia. Enggartiasto menargetkan, selama pameran berlangsung, terjadi transaksi sebesar Rp 2 triliun.

    ADITYA BUDIMAN | PINGIT ARIA



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menimbun Kalori Kue Lebaran, seperti Nastar dan Kastengel

    Dua kue favorit masyarakat Indonesia saat lebaran adalah nastar dan kastangel. Waspada, dua kue itu punya tinggi kalori. Bagaimana kue-kue lain?