Capai Target SDGs, Bappenas Gandeng Filantropi Indonesia

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bambang Brodjonegoro. antaranews.com

    Bambang Brodjonegoro. antaranews.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) menggandeng Filantropi Indonesia untuk mencapai target tujuan pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs) pada 2030. Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro berharap kerja sama tersebut bisa mendorong filantrop lainnya untuk bergabung.

    Bambang mengatakan target SDGs selama ini hanya dikejar oleh pemerintah. Kerja sama dengan filantrop akan mendorong mereka berpartisipasi lebih aktif dan formal. "Jadi pencapaian SDGs tidak sepenuhnya mengandalkan anggaran pemerintah," kata dia di Jakarta Convention Center, Jakarta, Jumat, 7 Oktober 2016.

    Bambang mengatakan filantrop yang didorong bekerja sama dengan pemerintah tak hanya pribadi kaya atau mapan. Lembaga seperti Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (BPJSK), serta Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) telah meneken kerja sama dengan Filantropi Indonesia.

    SDGs merupakan rencana aksi untuk manusia, planet, dan kesejahteraan yang disetujui banyak negara. SDGs memiliki 17 tujuan, 169 target, dan 240 indikator untuk dipenuhi sampai 2030.

    Berdasarkan data Bappenas, Indonesia menargetkan untuk menurunkan tingkat kemiskinan 7-8 persen. Target lainnya ialah meningkatkan akses  air minum dan sanitasi 100 persen, menurunkan angka kematian bayi 24 per 1.000 kelahiran dan angka kematian ibu 306 per 100 ribu kelahiran.

    Selain itu target yang dituju adalah meningkatkan fasilitas kesehatan 85 persen dan jangkauan asuransi kesehatan 100 persen. Ada juga target peningkatan Angka Partisipasi Kasar SD sebesar 114,09 persen, SMP 106,94 persen, dan SMA 91,63 persen.

    Di pilar ekonomi, Indonesia harus meningkat PDB per kapita Rp 72,2 juta. Tingkat pengangguran terbuka harus berkurang 4-5 persen, menciptakan 10 juta lapangan kerja dan meningkatkan tenaga kerja formal 51 persen. Pemerintah juga harus menurunkan Indeks Gini di level 0,36; meningkatkan rasio elektrifikasi 96,6 persen; dan meningkatkan energi terbarukan campuran 10-16 persen.

    Dari sektor lingkungan, Indonesia harus mendorong produksi dan konsumsi sektor-sektor prioritas secara berkelanjutan. Emisi karbon dioksida ditargetkan turun hingga 26 persen. Pemerintah juga harus memastikan pemulihan ekosistem yang terdegradasi yang meliputi 100 ribu hektare kawasan konservasi.

    SDGs juga menargetkan pembangunan yang inklusif dan target perangkat implementasi. Indonesia harus meningkatkan partisipasi dalam Kerjasama Selatan-Selatan dan Triangular di berbagai sektor dengan banyak negara.

    VINDRY FLORENTIN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Arti Bilangan R(0) dan R(t) untuk Menerapkan New Normal

    Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Suharso Monoarfa mengatakan bahwa suatu daerah dapat melaksanakan New Normal bila memenuhi indikator R(0).