Surplus 400 Ribu Ton, Tahun Ini Tidak Ada Paceklik Beras  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Panen padi. REUTERS/Enny Nuraheni

    Panen padi. REUTERS/Enny Nuraheni

    TEMPO.COJakarta - Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman meyakini pada 2016 Indonesia tidak akan mengalami paceklik beras karena produksi beras tahun ini diperkirakan mengalami surplus 400 ribu ton.

    "Ada surplus 400 ribu ton sehingga paceklik insya Allah tidak akan terjadi tahun ini," kata Amran di sela pembukaan pameran Pangan Nusa dan Produk Dalam Negeri Regional 2016 di Lapangan Stadion Mandala Krida, Yogyakarta, Kamis, 6 Oktober 2016.

    Menurut dia, perkiraan surplus beras itu berdasarkan hasil survei Badan Pusat Statistik (BPS) yang menyatakan ada peningkatan produksi beras yang cukup signifikan.

    Berdasarkan data BPS yang baru saja Amran terima, luas areal tanam padi pada Juli-September 2016 mencapai 1 juta hektare, meningkat signifikan dari tahun-tahun sebelumnya yang biasanya hanya 500 ribu hektare.

    Sementara itu, jika panen gabah per hektare mencapai 6 ton, produksi gabah nasional mencapai 6 juta ton gabah kering giling (GKG), atau setara 3 juta ton beras, sehingga mencukupi kebutuhan masyarakat sebesar 2,6 juta ton beras per bulan.

    Karena itu, dampak cuaca ekstrem seperti banjir yang berpotensi terjadi selama memasuki musim hujan tahun ini, menurut Amran, tidak akan mengganggu persediaan beras nasional. “Apalagi kami juga sudah melakukan normalisasi irigasi di seluruh lahan pertanian Indonesia bekerja sama dengan Kementerian Pekerjaan Umum," katanya.

    Selain itu, untuk menjamin pemenuhan komoditas lain seperti cabai, menurut Amran, Kementerian Pertanian tahun ini juga telah menyiapkan 15 ribu hektare lahan siap tanam yang akan digarap dengan pola tanam yang akan dioptimalkan pada bulan-bulan shortage. Dengan demikian, hasil panen bisa rata.

    "Terobosan pola tanam ini juga akan kami lakukan untuk komoditas bawang dan jagung," ujarnya.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Studi Ungkap Kecepatan Penyebaran Virus Corona Baru Bernama B117

    Varian baru virus corona B117 diketahui 43-90 persen lebih menular daripada varian awal virus corona penyebab Covid-19.