Laju IHSG Dibayangi Sentimen Kenaikan Suku Bunga The Fed  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Jumat ditutup naik tipis sebesar 0,02 poin menyusul harga minyak mentah dunia yang terkoreksi. TEMPO/Tony Hartawan

    Indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Jumat ditutup naik tipis sebesar 0,02 poin menyusul harga minyak mentah dunia yang terkoreksi. TEMPO/Tony Hartawan

    TEMPO.COJakarta - Perhatian pada rencana kenaikan bunga suku bunga bank sentral Amerika Serikat (The Fed) pada akhir tahun ini akan mempengaruhi pergerakan mata uang emerging market, termasuk rupiah.  Analis ekonomi dari First Asia Capital, David Sutyanto, memperkirakan perdagangan saham pada akhir pekan ini akan bergerak dalam rentang konsolidasi dibayangi pelemahan rupiah terhadap dolar AS. 

    "IHSG diperkirakan bergerak bervariasi dengan support di angka 5.380 hingga resistan di level 5.450 berpeluang menguat terbatas," ujar David dalam pesan tertulis, Jumat, 7 Oktober 2016.                           

    Sedangkan pasar saham Wall Street tadi malam bergerak bervariasi tutup flat menyusul antisipasi pasar atas data tenaga kerja AS yang akan keluar akhir pekan ini. Harga minyak mentah kembali yang menguat hingga menembus US$ 50 per barel ikut mempengaruhi pergerakan Wall Street tadi malam. 

    Indeks DJIA ditutup terkoreksi tipis 0,07 persen di angka 18.268,50. Indeks S&P naik 0,05 persen di angka 2.160,77. Saham-saham berbasiskan energi bergerak positif. Sedangkan saham sektor produk kesehatan dan perdagangan retail terkoreksi. 

    "Fokus pasar kembali pada rencana kenaikan bunga FFR di akhir tahun ini menyusul data ekonomi AS yang keluar akhir-akhir ini turut mendukung rencana kenaikan tersebut," ucapnya. Spekulasi kenaikan bunga di AS membuat dolar AS menguat dan harga obligasi turun. 

    IHSG kemarin bergerak fluktuatif dalam rentang terbatas, cenderung di teritori negatif, akhirnya ditutup terkoreksi 11,30 poin (0,21 persen) di level 5.409,34. Perdagangan lebih didominasi saham-saham lapis kedua dan ketiga. Aksi beli terutama melanda saham sektor tambang batu bara, menyusul melambungnya harga batu bara yang sudah berada di atas US$ 80 per metric ton. Sedangkan saham-saham unggulan cenderung terkoreksi. 

    Koreksi IHSG kemarin tidak sejalan dengan pergerakan bursa kawasan Asia yang umumnya bergerak di teritori positif. Pelaku pasar saat ini tengah menanti data tenaga kerja AS yang akan keluar akhir pekan ini, yang akan menentukan kemungkinan kenaikan tingkat bunga AS akhir tahun ini. 

    DESTRIANITA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menghilangkan Bau Amis Ikan, Simak Beberapa Tipsnya

    Ikan adalah salah satu bahan makanan yang sangat kaya manfaat. Namun terkadang orang malas mengkonsumsinya karena adanya bau amis ikan yang menyengat.