Pemerintah Bangun Cold Storage 3.000 Ton di Selat Lampa  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Nelayan mengeluarkan sejumlah hasil tangkapannya di Natuna, Ranai, Riau, 18 Agustus 2016. Guna mempertahankan kedaulatan atas kepulauan Natuna dari para nelayan ilegal, membuat pemerintah Indonesia memberi dampak jera pada pelaku dengan menenggelamkan kapal-kapal nelayan ilegal. (Ulet Ifansasti/Getty Images)

    Nelayan mengeluarkan sejumlah hasil tangkapannya di Natuna, Ranai, Riau, 18 Agustus 2016. Guna mempertahankan kedaulatan atas kepulauan Natuna dari para nelayan ilegal, membuat pemerintah Indonesia memberi dampak jera pada pelaku dengan menenggelamkan kapal-kapal nelayan ilegal. (Ulet Ifansasti/Getty Images)

    TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah Indonesia memperkuat industri perikanan di Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau, dengan membangun kawasan industri perikanan tangkap dan pengolahan terpadu serta cold storage atau gudang pendingin berkapasitas 3.000 ton di Selat Lampa.

    "Artinya, kita menata kembali industri perikanan kita, baik yang tingkat nelayan, yang tingkat di atasnya, yang pengusaha kecil, dan yang tingkat industri, akan kita tata kembali," kata Presiden Joko Widodo saat meninjau pembangunan kawasan industri perikanan tangkap dan pengolahan terpadu di Selat Lampa pada Kamis, 6 Oktober 2016.

    Menurut Presiden, sebelumnya Pemerintah telah menegakkan hukum untuk menghindari penangkapan ikan ilegal dan tidak terdaftar sehingga bibit ikan dapat kembali terjaga.

    Jokowi berharap dengan adanya jeda melalui penegakan hukum tersebut, dapat memulihkan produksi ikan karena kondisi laut yang terjaga dan pengambilan perikanan yang teratur.

    Kepala Negara meminta nelayan dan industri ikan untuk bersabar dalam aturan tersebut dan tidak tergesa dalam mengeksploitasi sumber daya perikanan.

    "Titik-titiknya sudah kita tentukan sehingga nanti ini menjadi yang pertama bagus dan berjalan. Yang lain juga akan bergerak. Saya kira langkah-langkahnya akan ke arah itu sehingga ada peta jalan," tegas Jokowi.

    Di samping mengembangkan kawasan terpadu industri ikan, Pemerintah juga akan membangun pangkalan militer di kawasan itu untuk menjaga kedaulatan NKRI.

    Menurut Presiden, sebanyak enam pangkalan terpadu yang terdiri dari matra Angkatan Darat, Angkatan Laut, dan Angkatan Udara akan dibangun di Kabupaten Natuna.

    "Termasuk yang kita ingin, menguatkan ekonomi perbatasan, tetapi sekaligus untuk pertahanan dan keamanan kita," ujar Jokowi.

    Sementara itu, Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti mengatakan target penyelesaian kawasan industri perikanan terpadu di Natuna akan rampung pada akhir 2017.

    Pemerintah menargetkan pada akhir 2016 kawasan yang juga akan memiliki fasilitas pengolahan perikanan terpadu dapat diselesaikan sekitar 50 persen.

    Sejumlah daerah yang akan dibangun oleh Pemerintah di sektor perikanan, infrastruktur transportasi, dan pertahanan, yaitu Kota Sabang, Pulau Moa, Pulau Morotai, Kabupaten Biak, Kabupaten Timika, Kabupaten Merauke, Kota Saumlaki, Pulau Kisar, Kabupaten Lembata, dan Kecamatan Larantuka.

    Presiden telah mengakhiri kunjungan kerjanya di Kabupaten Natuna pada Kamis sore dan bertolak kembali ke Jakarta sekitar pukul 17.30 WIB.

    Dalam kunjungannya ke Natuna, Presiden juga merayakan HUT ke-71 TNI dengan menyaksikan latihan tempur Angkasa Yudha 2016.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Kantor dan Tempat Kerja

    BPOM melansir panduan penerapan new normal alias tatanan baru. Ada sembilan rekomendasi agar pandemi tak merebak di kantor dan tempat kerja.