Pertamina Gaet Perusahaan Rusia Garap Kilang Tuban  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi VII dengan Pertamina, turut hadir Dirjen Migas serta Dirut Pertamina di Ruang Rapat Komisi VII Komplek Parlemen DPR RI, Senayan, Jakarta, 5 Oktober 2016. TEMPO/ Richard Andika Sasamu

    Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi VII dengan Pertamina, turut hadir Dirjen Migas serta Dirut Pertamina di Ruang Rapat Komisi VII Komplek Parlemen DPR RI, Senayan, Jakarta, 5 Oktober 2016. TEMPO/ Richard Andika Sasamu

    TEMPO.CO, Jakarta - PT Pertamina sepakat membentuk perusahaan patungan dengan Rosneft, perusahaan minyak dan gas asal Rusia, untuk mengembangkan kilang Grass Root Refinery (GRR) di Tuban, Jawa Timur. Perjanjian ditandatangani pada Rabu, 5 Oktober 2016.

    Direktur Utama PT Pertamina Dwi Soetjipto mengatakan belum semua hal terkait dengan perjanjian disepakati. "Memang masih ada yang pending, tapi tentu bagaimana hasil bankable feasibility study-nya," kata dia di kompleks DPR, Jakarta, Rabu 5 Oktober 2016.

    Bankable feasibility study ditargetkan berjalan hingga Februari 2017. Direktur Pengolahan Pertamina Achmad Hardadi mengatakan kajian yang sesuai akan dilanjutkan ke basic engineering design lalu diteruskan dengan front end design. "Di situ nanti ada final investment decision," paparnya.

    Pertamina mendapatkan penugasan untuk membangun kilang Tuban. Proses tender dibuka dengan menyaring 400 perusahaan menjadi 36 perusahaan yang memenuhi kriteria. Dari total tersebut, sebanyak sembilan perusahaan merespons.

    Mereka kemudian kembali disaring hingga sisa lima perusahaan. Perusahaan tersebut ialah Saudi Aramco, Rosneft, China Petroleum and Chemical Corporation Ltd (Sinopec), Kuwait Petroleum International, serta konsorsium PTT Global Chemical Plc dan Thai Oil Ltd. "Disaring hingga muncul nama Rosneft," kata Hardadi.

    Proyek kilang Tuban diperkirakan memakan biaya US$ 12 miliar hingga US$ 14 miliar. Proyek diperkirakan rampung pada 2021 dengan kapasitas 300 ribu barel per hari (bph).

    Hardadi mengatakan Pertamina dan Rosneft membuka kesempatan memasok minyak, tak hanya dari Rusia, tapi juga minyak-minyak internasional. "Yang penting optimum margin harus sampai ke situ," pungkasnya.

    VINDRY FLORENTIN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Protokol PSBB Masa Transisi di DKI Jakarta, Ada Rem Darurat

    Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memberlakukan PSBB Masa Transisi mulai 5 Juni 2020. Sejumlah protokol harus dipatuhi untuk menghindari Rem Darurat.