Menteri Susi: Ratusan Kapal Asing Berkeliaran di Indonesia  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Paling kanan: Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti beserta jajaran Kementerian KP saat jumpa pers di kantor Kementerian Kelautan dan Perikanan, Jakarta, 5 Oktober 2016. TEMPO/Diko Oktara

    Paling kanan: Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti beserta jajaran Kementerian KP saat jumpa pers di kantor Kementerian Kelautan dan Perikanan, Jakarta, 5 Oktober 2016. TEMPO/Diko Oktara

    TEMPO.COJakarta - Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti menengarai ada sekitar 400 kapal asing ilegal berkeliaran di laut Indonesia. Kapal-kapal itu diduga memiliki sangkut paut dengan pengusaha yang bermain dengan aturan yang ada Indonesia.

    "Hal-hal seperti ini yang ingin kami benahi," kata Susi Pudjiastuti saat ditemui di Gedung Mina Bahari IV, Kementerian Kelautan dan Perikanan, Jakarta Pusat, Rabu, 5 Oktober 2016.

    Susi mengatakan banyak orang yang bekerja tidak benar malah mendapatkan akses apa saja. Hal seperti inilah yang menurut dia bisa membuat kondisi perikanan di Indonesia mengalami kemunduran. "Kami ingin benahi, perikanan Indonesia jangan mundur lagi."

    Susi menjelaskan, saat ini kondisi produksi pada sektor perikanan sudah membaik. Dari data yang dipaparkannya, diketahui produksi komoditas utama sektor perikanan meningkat 11,6 persen pada 2012-2015. Hal ini disebabkan ada perbaikan rasio penangkapan ikan per kapal dan perbaikan stok ikan di laut.

    Susi juga menyebut kebijakan kelautan pemerintah Indonesia telah merugikan negara yang selama ini biasa menangkap ikan secara ilegal di Indonesia, seperti Filipina. Hal ini diketahui Susi dari penangkapan anak buah kapal asal Filipina di Bitung, Sulawesi Utara. 

    Dari keterangan ABK tersebut, diketahui lebih dari 50 persen perusahaan perikanan besar yang beroperasi di Pelabuhan General Santos telah menutup usahanya. Sebab, mereka sudah tidak bisa lagi menangkap ikan di perairan Indonesia. "Mereka menangkap di laut kita," ujar Susi.

    DIKO OKTARA

    Baca:
    Heboh Jokowi Injak Merah Putih, Ini Cuitan Kang Emil  
    Mengaku Sakti, Begini Modus Anton Kelabui Korban 
    Ini Cara Anggota Dimas Kanjeng Tawarkan Program Pesugihan


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.