Dubes Rusia-Gubernur Kalimantan Timur Bahas Proyek Kereta Api Kalimantan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pekerja menghitung balok bantalan rel di lintasan rel kereta api yang sedang dipersiapkan oleh PT KAI di kawasan Klender Baru, Jakarta Timur, 3 Desember 2013. Kepala Humas PT KAI Daop 1 Agus Komarudin mengatakan pembangunan rel kereta double-double track sudah mencapai tahap elektrifikasi hingga perlintasan Cikarang. ANTARA/OJT/Irene Renata

    Pekerja menghitung balok bantalan rel di lintasan rel kereta api yang sedang dipersiapkan oleh PT KAI di kawasan Klender Baru, Jakarta Timur, 3 Desember 2013. Kepala Humas PT KAI Daop 1 Agus Komarudin mengatakan pembangunan rel kereta double-double track sudah mencapai tahap elektrifikasi hingga perlintasan Cikarang. ANTARA/OJT/Irene Renata

    TEMPO.CO, Jakarta - Gubernur Kalimantan Timur Awang Faroek Ishak dijadwalkan melakukan pertemuan dengan Duta Besar Rusia untuk Indonesia Mikhail Galuzin dan Presiden of Russian Railways Oleg Belozerov di Jakarta, Rabu, 5 Oktober 2016, membahas rencana pembangunan rel kereta api.

    "Guna membahas pembangunan rel kereta api jalur Kutai Barat, Paser, Penajam Paser Utara, dan Kota Balikpapan," kata Awang Faroek pada rapat persiapan pertemuan bersama Belozerov di Samarinda, Selasa, 4 Oktober 2016.

    Baca: BI Segera Terapkan Mesin Deposito Uang Koin

    Rapat persiapan pertemuan di kantor Gubernur Kalimantan Timur itu turut dihadiri Bupati Penajam Paser Utara Yusran Aspar.

    "Kami harapkan semua pihak terkait, khususnya Tim Tata Ruang Wilayah Kalimantan Timur dan Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara, lebih solid dan kompak, sehingga lebih meyakinkan pihak pemerintah Rusia bahwa Kalimantan Timur sudah sangat siap," ujar Faroek.

    Selanjutnya pada Jumat, 7 Oktober 2016, Faroek direncanakan bertemu dengan Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution dengan agenda persiapan Sidang Komisi Bersama Indonesia-Rusia XI di Kalimantan Timur pada Oktober 2016.

    ANTARA



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.