Pertamina Dinilai Layak Dapatkan Aset WKP Salak dan Darajat

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO/Arie Basuki

    TEMPO/Arie Basuki

    TEMPO.COJakarta - PT Pertamina (Persero) dinilai layak mendapatkan prioritas pertama untuk mengajukan penawaran terhadap aset-aset di Wilayah Kerja Panas Bumi (WKP) Salak dan Darajat di Jawa Barat, yang akan dilepas Chevron Indonesia Company.

    “Pertamina melalui anak usahanya, PT Pertamina Geothermal Energy (PGE), selama ini juga telah mengoperasikan sejumlah lapangan panas bumi di Indonesia dengan baik,” kata Ketua Asosiasi Panas Bumi Indonesia Abadi Purnomo di Jakarta, Selasa, 4 Oktober 2016.

    "PGE mengetahui secara pasti kondisi lapangan karena Chevron dalam JOC dan ESC secara rutin melapor ke Pertamina, dan PGE telah mengoperasikan lapangan panas bumi di Indonesia dengan baik selama lebih dari 30 tahun," ujarnya.

    Menurut Abadi, WKP Salak dan Darajat merupakan milik Pertamina yang kemudian dioperasikan Chevron melalui joint operation contract (JOC) dan energy sales contract (ESC) pada 1984. Chevron Geothermal Indonesia Ltd mengelola Darajat dan Chevron Geothermal Salak Ltd mengoperasikan Salak.

    Operasi Darajat memasok uap panas bumi ke pembangkit yang mampu menghasilkan listrik berkapasitas 270 megawatt (MW). Sedangkan operasi Salak, salah satu operasi panas bumi terbesar di dunia, memasok uap ke enam unit pembangkit listrik, tiga di antaranya merupakan milik perusahaan dengan total kapasitas operasi mencapai 377 MW.

    "Proses akuisisi, termasuk aset SDM, tidak perlu diragukan kompetensi Pertamina. Beberapa akuisisi Pertamina terhadap lapangan migas hasilnya cukup baik," tutur Abadi.

    Abadi mengatakan, jika aset panas bumi Salak dan Darajat berhasil dikuasai kembali oleh Pertamina, akan makin membuktikan komitmen kuat pemerintah dalam pengembangan panas bumi nasional. "Ini juga membuktikan bahwa anak bangsa bisa mengelola aset panas bumi dengan baik. Pertamina juga akan menjadi the biggest producer of geothermal energy," ucap Abadi.

    Adapun manajemen Pertamina menyatakan siap mengambil alih aset-aset panas bumi yang akan dilepas Chevron. "Insya Allah Pertamina siap dari sisi operasional maupun pendanaan untuk mengakuisisi aset geotermal milik Chevron," kata Direktur Hulu Pertamina Syamsu Alam.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    New Normal, Cara Baru dalam Bekerja demi Menghindari Covid-19

    Pemerintah menerbitkan panduan menerapkan new normal dalam bekerja demi keberlangsungan dunia usaha. Perlu juga menerapkan sejumlah perlilaku sehat.