Defisit Anggaran, Jambi Batalkan Festival Batanghari

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sungai Batanghari di Jambi. Dok.TEMPO/ Martha Warta Silaban

    Sungai Batanghari di Jambi. Dok.TEMPO/ Martha Warta Silaban

    TEMPO.CO, Jakarta - Dinas Budaya dan Pariwisata Jambi atau Disbudpar Jambi memastikan Festival Batanghari tahun ini dibatalkan disebabkan oleh ketiadaan anggaran pemda.

    Kepala Disbudpar Jambi Edi Erison menyebutkan ditiadakannya festival tahunan ini karena Rp3,9 miliar dana yang dialokasikan untuk kegiatan ini dipangkas Tim Anggaran Pemerintah Provinsi Jambi dengan alasan defisit.

    “Pertama dipotong Rp1,9 miliar dan untuk tahap kedua dipotong Rp 2 miliar lebih. Anggaran kita awalnya ada Rp13 miliar. Sekarang alokasi untuk festival ini tidak ada lagi, yang tinggal itu hanya untuk kegiatan rutin saja. Kalaupun dipaksakan kita tidak siap karena waktu sudah mepet," kata Edi di Jambi, Selasa (4 Oktober 2016).

    Menurutnya, Festival Batanghari yang direncanakan digelar di November 2016 ini tidak bisa dilaksanakan tanpa ketersediaan dana yang cukup. Setidaknya, kata Edi, membutuhkan dana tak kurang dari Rp600 Juta.

    “Gubernur Zumi Zola sudah meminta kami untuk tetap mengadakan. Tapi sulit, sekalipun daerah diminta berpartisipasi. Karena saat ini pihak kabupaten/kota sudah tahu bahwa Pemprov tidak punya anggaran untuk pelaksanaan Festival Batanghari. Kalaupun minta daerah berpartisipasi akan sulit juga. Anggaran di daerah tentu sudah dialihkan ke yang lain," sebut dia.

    Pemprov Jambi di 2016 ini menargetkan 10.400 kunjungan wisatawan ke Jambi. Terakhir Pemprov menaikkan target ini menjadi 10.900 dengan mengandalkan ikon wisata Gunung Kerinci, Pestival Danau Kerinci, dan Festival Batanghari.

    Namun, penundaan DAU Rp372 miliar membuat Pempov Jambi merasionalisasi anggaran disetiap SKPD termasuk anggaran di Disbudpar Jambi.

    BISNIS.COM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Waspadai Komplikasi Darah Akibat Covid-19

    Komplikasi darah juga dapat muncul pasca terinfeksi Covid-19. Lakukan pemeriksaan preventif, bahan ketiksa sudah sembuh.