Tangerang Segera Bangun Pasar Lingkungan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi pasar tradisional. TEMPO/Aditia Noviansyah

    Ilustrasi pasar tradisional. TEMPO/Aditia Noviansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop) Kota Tangerang mulai melakukan memulai pembangunan fisik pasar lingkungan di sejumlah titik pada Oktober 2016.

    Kasie Perdagangan Dalam Negeri Disperindagkop Kota Tangerang Effy Noveryan Tahar mengatakan pasar lingkungan ini akan dibangun di tingkat kecamatan dan kelurahan. Untuk di kecamatan, pihaknya akan membangun di lahan bekas pasar atau merenovasi pasar yang sudah ada.

    “Untuk yang kecamatan, kami akan membangun pasar di Jatiuwung. Nanti akan direhab dan bikin lebih nyaman. Bangunannya utuh, ada kios dan kamar mandi,” jelasnya mengutip keterangan resminya, Selasa (4 Oktober 2016).

    Sedangkan untuk di kelurahan, dirinya menjelaskan pembangunan akan dilakukan di lahan fasos fasum yang asetnya sudah diserahkan ke Pemkot Tangerang. Bangunannya berupa hangar seluas 90 m2 . Selain berfungsi sebagai pasar, bangunannya bisa dijadikan balai warga atau tempat olahraga.

    “Pasar ini rencananya dibangun di 104 kelurahan. Sejauh ini, sudah sekitar 29 kelurahan yang mengusulkan, tetapi hanya lima kelurahan yang aset fasos fasumnya telah diserahkan ke pemkot,” jelas Effy.

    Menurut Effy, progres rencana pembangunan pasar lingkungan ini sudah tahap pembuatan Detail Engineering Design (DED). Untuk pembangunan fisiknya diharapkan bisa dimulai Oktober 2016. “Anggarannya dari dua sumber yakni APBD dan Dana Alokasi Khusus (DAK) pemerintah pusat,” tambahnya.

    Effy mengatakan, tujuan pembangunan pasar lingkungan yakni memberikan kemudahan kepada masyarakat dalam memenuhi kebutuhan rumah tangga dengan tempat yang layak dan bersih serta nyaman. Selain itu, pasar juga menyediakan ruang berjualan kepada para pedagang keliling dan PKL di sekitar lokasi pasar lingkungan.

    “Nanti para pedagang komplek dan PKL bakal kami dorong agar berjualan di sana, jadi masyarakat juga tidak perlu jauh-jauh ke pasar tradisional yang besar,” katanya.

    BISNIS.COM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rincian Pasal-Pasal yang Diduga Bermasalah di Revisi UU KPK

    Banyak pasal dalam perubahan kedua Undang-Undang Komisi Pemberantasan Korupsi, atau Revisi UU KPK, yang disahkan DPR, berpotensi melemahkan KPK.