Garuda Diminta Agresif Kuasai Pasar Domestik & Internasional

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pesawat Garuda Indonesia. TEMPO/Marifka Wahyu  Hidayat

    Pesawat Garuda Indonesia. TEMPO/Marifka Wahyu Hidayat

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri BUMN Rini Soemarno meminta PT Garuda Indonesia Tbk lebih agresif menguasai pasar domestik dan internasional.

    "Ibu menteri meminta kami untuk terus meningkatkan sinergi dengan BUMN lainnya dalam pengembangan infrastruktur dan layanan Garuda," kata Direktur Utama Garuda Indonesia Arif Wibowo usai menemui Menteri BUMN di Kantor Kementerian BUMN, Jakarta, Selasa (4 Oktober 2016).

    Pada pertemuan itu, Garuda diminta harus agresif, termasuk bersinergi secara kuat dengan anak usaha Citilink.

    "Untuk menguasai pasar domestik, regional dan internasional, Ibu Rini menekankan perlunya peningkatan waktu koneksi penerbangan dan memperbanyak rute ke daerah-daerah tujuan wisata," katanya.

    Arif juga mengaku melaporkan rencana Garuda membuka rute penerbangan baru Jakarta-Labuan Bajo, NTT.

    "Penerbangan langsung Jakarta ke Labuan Bajo, mulai dibuka pada 27 Oktober 2016. Sebelumnya penerbangan ke Labuan Bajo juga sudah tersedia dari Denpasar, Bali. Penerbangan ke Labuan Bajo ini bisa menjadi bandara koneksi langsung ke rute internasional," ujarnya.

    Untuk tahap awal frekuensi penerbangan Jakarta-Labuan Bajo adalah sekali sehari pada jam 10:00 pagi.

    "Kalau permintaan tinggi, kita bisa segera menambah jumlah penerbangan ke sana," kata Arif.

    Arif menuturkan, sesuai dengan arahan Menteri BUMN yang menghendaki jalur penerbangan domestik regional dan internasional, Garuda sudah mendatangkan 50 unit Boeing 737 MAX, sementara Citilink mendatangkan 50 Airbus A320.

    "Kita perlu lebih agresif untuk penambahan pesawat "narrow body" supaya kita lebih kuat, benar benar memperkuat jaringan jaringan domestik, dan terjangkau lebih banyak lagi," kata Arif.

    Rini juga mendorong pangsa pasar Garuda dan Citilink di pasar domestik berada di atas 50 persen, dari saat ini sekitar 44 persen.

    "Pada pasar internasional, Garuda diminta menguasai 50 persen pasar China dan Timur Tengah dari saat ini baru berkisar 38 persen," kata Arif.

    Menyangkut rute ke China, Garuda segera membuka jalur internasional Denpasar-Chengdu, mulai Januari 2017, demikian Arif.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Waspadai Komplikasi Darah Akibat Covid-19

    Komplikasi darah juga dapat muncul pasca terinfeksi Covid-19. Lakukan pemeriksaan preventif, bahan ketiksa sudah sembuh.