Nilai Ekspor Sumatera Selatan Mencapai Rp 2,02 Triliun

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Badan Pusat Statistik Suryamin (depan kiri) didampingi Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Sasmito Hadi Wibodo (depan kanan) memaparkan nilai ekspor-impor Indonesia pada semester I 2016 di gedung BPS, 15 Juli 2016. TEMPO/Bagus Prasetiyo

    Ketua Badan Pusat Statistik Suryamin (depan kiri) didampingi Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Sasmito Hadi Wibodo (depan kanan) memaparkan nilai ekspor-impor Indonesia pada semester I 2016 di gedung BPS, 15 Juli 2016. TEMPO/Bagus Prasetiyo

    TEMPO.CO, Palembang - Nilai ekspor Sumatera Selatan bulan Agustus 2016 mencapai 155,75 juta dolar AS atau setara dengan Rp 2.02 triliun, dari jumlah itu terdiri atas minyak dan gas 6,31 juta dolar (Rp 82 miliar) dan nonmigas 149,43 juta dolar (Rp 1,9 trilun).

    Kepala Badan Pusat Statistik Sumatera Selatan, Yos Rusdiyansyah, di Palembang, Selasa 4 Oktober 2016, menjelaskan bahwa Malaysia, Jepang dan Amerika Serikat masih menjadi negara tujuan utama ekspor Sumatera Selatan pada periode Januari - Agustus 2016 masing-masing mencapai 153,50 juta dolar, 127,08 juta dolar dan 211,76 juta dolar AS.

    Menurut dia, dengan peranan ketiga negara tersebut mencapai 40,95 persen dari total ekspor periode Januari - Agustus 2016.

    Selanjutnya, kata Yos, ekspor ke Uni Eropa pada Januari - Agustus 2016 mencapai 176,42 juta dolar (14, 67 persen dari total ekspor) dan ekspor ke ASEAN mencapai 239,34 juta dolar (19,91 persen dari total ekpor).

    Sementara, menurut sektor, dibandingkan dengan periode Januari - Agustus 2015, ekspor produk industri pada Januari - Agustus 2016 menurun 25,04 persen, ekspor produk pertanian menurun 8,34 persen dan produk pertambangan menurun 36,70 persen.

    Dijelaskannya, perdagangan luar negeri memiliki peran yang penting dalam perekonomian dan pembangunan.

    Perdagangan luar negeri terutama ekspor yang merupakan salah satu sumber berbesar bagi penerimaan devisa, karena negara/daerah dapat membeli barang-barang impor yang dibutuhkan untuk menunjang sektor industri.

    Menurut Kepala BPS Sumsel, perkembangan ekspor Sumatera Selatan tersebut mengalami fluktuasi dari bulan ke bulan, dimana pada Agustus 2016 ekspor provinsi itu mencapai nilai 155,75 juta dolar, atau mengalami peningkatan 24,42 persen dibandingkan Juli 2016.

    Namun, bila dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2015, ekspor Sumsel mengalami penurunan sebesar 32,29 persen.

    Ia menambahkan, meningkatnya nilai ekspor Sumsel pada Agustus 2016 mencapai 24,42 persen disumbang oleh kenaikan ekspor nonmigas 22,11 persen yaitu dari 122,38 juta dolar menjadi 149,43 juta dolar.

    Begitu juga dengan ekspor migas meningkat sebesar 125,37 persen dari 2,80 juta dolar menjadi 6,31 juta dolar AS.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.