Tiga BUMN Kolaborasi Kembangkan Kereta Bandara

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah kereta dorong untuk anak-anak dibawah umur, disediakan di Ruang tunggu Bandara Internasional Semppingan, Balikpapan, Kalimantan Timur, Jumat 18 Desember 2015. Bandara yang memiliki daya tampung 10 juta penumpang setiap tahunnya ini Memiliki konsep eco-airpor. TEMPO/Iqbal Lubis

    Sejumlah kereta dorong untuk anak-anak dibawah umur, disediakan di Ruang tunggu Bandara Internasional Semppingan, Balikpapan, Kalimantan Timur, Jumat 18 Desember 2015. Bandara yang memiliki daya tampung 10 juta penumpang setiap tahunnya ini Memiliki konsep eco-airpor. TEMPO/Iqbal Lubis

    TEMPO.CO, Jakarta - Tiga perusahaan badan usaha milik negara, yaitu PT Angkasa Pura I, PT Kereta Api Indonesia, dan PT Adhi Karya (Persero) menandatangani nota kesepahaman terkait dengan kerja sama pengembangan Proyek Kereta Bandara di Bandara Adi Soemarmo, Solo.

    "Nota kesepahaman ini merupakan landasan awal atas rencana kerja sama yang akan dilakukan oleh Angkasa Pura I dengan KAI dan Adhi Karya dalam rangka mewujudkan proyek pengembangan fasilitas kereta bandara di Bandara Adi Soemarmo, Solo," kata pelaksana tugas sementara Direktur Utama Angkasa Pura I, Polana B. Pramesti, dalam siaran pers Humas PT Angkasa Pura I yang diterima di Jakarta, Senin, 3 Oktober 2016.

    Penandatanganan nota kesepahaman ini dilakukan pelaksana tugas sementara Direktur Utama Angkasa Pura I, Polana B. Pramesti; Direktur Utama KAI Edi Sukmoro; dan Direktur Utama Adhi Karya Budi Harto, serta disaksikan Menteri BUMN Rini Soemarno di Bandung, Minggu, 2 Oktober 2016.

    Polana mengatakan penandatanganan juga dimaksudkan untuk mendukung kebijakan pemerintah terkait dengan pengembangan transportasi berbasis rel dari dan menuju bandara.

    Ruang lingkup nota kesepahaman ini adalah persiapan rencana proyek yang meliputi pembuatan rencana kerja; melakukan pengumpulan data teknis, hukum, dan ekonomi untuk penyusunan studi kelayakan; koordinasi dengan instansi atau otoritas berwenang; dan melakukan konsultasi dengan konsultan studi kelayakan.

    "Studi kelayakan ini akan berlangsung selama satu tahun dan jika hasil studi kelayakan ini menyatakan proyek pengembangan kereta bandara ini layak secara bisnis maka akan ditindaklanjuti dengan pembentukan usaha patungan Penyelenggara Sarana Kereta Api Bandara Adi Soemarmo, Solo, yang dikelola secara terpadu," kata Polana, yang merupakan Direktur Teknik Angkasa Pura I itu.

    Edi Sukmoro mengatakan pengembangan kereta bandara merupakan bentuk keseriusan Angkasa Pura I untuk meningkatkan pelayanan kepada para pengguna jasa bandara dan upaya mewujudkan pelayanan publik yang prima dan profesional.

    Diharapkan kerja sama ini menjadi tonggak sejarah baru BUMN saling bekerja sama dan bersinergi.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.