Rilis Inflasi Dan Tax Amnesty Topang IHSG Menguat 99,11 Poin

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo menghadiri sosialisasi  tax amnesty atau pengampunan pajak yang digelar di JIExpo Kemayoran, Jakarta, 1 Agustus 2016. Sosialisasi Tax Amnesty di Kemayoran dihadiri 10.000 Orang TEMPO/Subekti.

    Presiden Joko Widodo menghadiri sosialisasi tax amnesty atau pengampunan pajak yang digelar di JIExpo Kemayoran, Jakarta, 1 Agustus 2016. Sosialisasi Tax Amnesty di Kemayoran dihadiri 10.000 Orang TEMPO/Subekti.

    TEMPO.CO, Jakarta - Indeks harga saham gabungan ditutup menguat pada perdagangan hari ini, Senin (3 Oktober 2016)

    IHSG ditutup melonjak 1,85% atau 99,11 poin di level 5.463,91 pada perdagangan hari ini setelah sebelumnya dibuka menguat 0,73% atau 39,06 poin di 5.4403,86 dan bergerak pada kisaran 5.403,86 - 5.463,91.

    Dari 538 saham yang diperdagangkan, sebanyak 203 saham menguat, 109 saham melemah, dan 226 saham stagnan.

    Seluruh 9 indeks sektoral IHSG ditutup menguat, dengan dorongan utama dari sektor konsumer yang melonjak 2,70%, diikuti oleh sektor finansial yang menguat 1,08%, serta sektor industri dasar yang menguat 3,13%.

    Sejalan dengan IHSG, indeks Bisnis-27 juga ditutup menguat tajam 2,05% atau 9,80 poin ke 487,08.

    Sinarmas Sekuritas menilai pergerakan IHSG yang cenderung menguat terjadi seiring dengan realisasi penerimaan amnesti pajak yang menembus angka Rp97,2 triliun atau 58,9% dari target pada akhir periode pertama.

    Selain itu, pergerakan positif IHSG juga dipengaruhi oleh rilis data inflasi bulan September 2016.

    Seperti diketahui, Badan Pusat Statistik merilis data inflasi sebesar 0,22% sepanjang September 2016 dan inflasi tahunan (year on year) sebesar 3,07%

    Kepala BPS Surhariyanto mengatakan penyebab utama inflasi terjadi di beberapa sub sektor seperti kenaikan harga pulsa telepon selular, kenaikan biaya sewa rumah, pembayaran biaya akademi dan perguruan tinggi, kenaikan harga rokok kretek filter, tarif listrik, dan kenaikan harga cabai merah.

    Penguatan IHSG ini terjadi di saat bursa di kawasan Asia Tenggara bergerak mayoritas menguat.

    Indeks FTSE Straits Time Singapura menguat 0,08%, indeks SE Thailand menguat 0,44%, dan indeks PSEi Filipina naik 0,63%.

    Saham-saham pendorong IHSG:

























    Kode


    (%)


    HMSP


    +3,29


    ASII


    +2,12


    TLKM


    +1,62


    BBCA


    +1,75


    Saham-saham penekan IHSG:

























     Kode


    (%)


    TOWR


    -2,56


    BTEK


    -9,79


    ABMM


    -9,47


    RMBA


    -3,42


     Sumber: Bloomberg

    BISNIS.COM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Arti Bilangan R(0) dan R(t) untuk Menerapkan New Normal

    Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Suharso Monoarfa mengatakan bahwa suatu daerah dapat melaksanakan New Normal bila memenuhi indikator R(0).