BPS: Inflasi Akhir Tahun Bisa Dibawah 4 Persen

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO/Wisnu Agung Prasetyo

    TEMPO/Wisnu Agung Prasetyo

    TEMPO.CO, Jakarta - Badan Pusat Statistik (BPS) memproyeksikan tingkat inflasi nasional pada akhir tahun bisa di bawah asumsi empat persen, karena inflasi tahun kalender Januari-September 2016 baru mencapai 1,97 persen.

    "Secara umum target hampir tercapai, bahkan bisa di bawah itu," kata Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Sasmito Hadi Wibowo di Jakarta, Senin (3 Oktober 2016).

    Sasmito mengatakan laju inflasi bisa dibawah target yang ditetapkan oleh pemerintah maupun Bank Indonesia, asalkan pencapaian tingkat inflasi pada tiga bulan terakhir tidak melebihi angka satu persen.

    Namun, ia mengingatkan kemungkinan adanya tingkat inflasi tinggi pada periode Desember 2016, karena peningkatan permintaan akibat perayaan Natal dan Tahun Baru.

    "Saya kira (inflasi tinggi) pada Desember, faktor utamanya adalah transportasi, kemudian bahan makanan. Cuaca bisa berpengaruh ke bahan makanan, karena Desember masih paceklik, dan harga menjadi mahal," katanya.

    Kemudian, faktor pendorong inflasi lainnya seperti kenaikan tarif listrik maupun harga BBM juga harus menjadi pertimbangan pemerintah untuk menjaga inflasi karena bisa memberikan sumbangan pada inflasi dalam periode Oktober hingga Desember.

    "Masih ada faktor-faktor lain seperti listrik dan BBM. Itu masih belum clear dampaknya, karena tergantung apa yang dilakukan pemerintah," ujar Sasmito.

    BPS mencatat pada September 2016 terjadi inflasi sebesar 0,22 persen, sehingga inflasi tahun kalender Januari-September 2016 mencapai 1,97 persen dan tingkat inflasi dari tahun ke tahun (yoy) 3,07 persen.

    Meski harga bahan makanan relatif terkendali, namun harga bahan no- makanan pada September mengalami kenaikan seperti tarif pulsa ponsel, tarif sewa rumah, biaya perguruan tinggi dan akademi, rokok kretek filter dan tarif listrik.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban Kasus Peretasan, dari Rocky Gerung hingga Pandu Riono

    Peretasan merupakan hal yang dilarang oleh UU ITE. Namun sejumlah tokoh sempat jadi korban kasus peretasan, seperti Rocky Gerung dan Pandu Riono.