Inflasi September, BPS: Indeks Harga Konsumen 125,41

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi rokok elektrik atau vaping dan rokok tembakau atau konvensional. Shutterstock

    Ilustrasi rokok elektrik atau vaping dan rokok tembakau atau konvensional. Shutterstock

    TEMPO.CO, Jakarta - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi pada September 2016 sebesar 0,22 persen dengan indeks harga konsumen 125,41, kata Kepala BPS Suhariyanto saat menyampaikan keterangan pers di Jakarta, Senin (3 Oktober 2016).

    Menurut BPS inflasi terjadi karena kenaikan harga, yang terlihat dari kenaikan indeks harga, antara lain pada kelompok makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau (0,34 persen); perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar (0,29 persen); serta kelompok sandang (0,13 persen).

    Kenaikan indeks harga juga terjadi pada kelompok kesehatan (0,33 persen); pendidikan, rekreasi, dan olahraga (0,52 persen); dan transpor, komunikasi, dan jasa keuangan 0,19 persen. Sedangkan kelompok bahan makanan mengalami deflasi (0,07 persen).

    BPS juga mencatat tingkat inflasi tahun kalender (Januari–September 2016) sebesar 1,97 persen dan tingkat inflasi tahun ke tahun (September 2016 terhadap September 2015) sebesar 3,07 persen.

    Komponen inti pada September 2016 mengalami inflasi sebesar 0,33 persen; tingkat inflasi komponen inti tahun kalender (Januari-September 2016) sebesar 2,58 persen; dan tingkat inflasi komponen inti tahun ke tahun (September 2016 terhadap September 2015) sebesar 3,21 persen.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Kantor dan Tempat Kerja

    BPOM melansir panduan penerapan new normal alias tatanan baru. Ada sembilan rekomendasi agar pandemi tak merebak di kantor dan tempat kerja.