Indeks Harga Grosir September 2016 Naik 0,52 Persen

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO/Wisnu Agung Prasetyo

    TEMPO/Wisnu Agung Prasetyo

    TEMPO.CO, Jakarta - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat indeks harga perdagangan besar (IHPB) umum non migas atau indeks harga grosir pada September 2016 naik sebesar 157,84 atau 0,52 persen dibandingkan Agustus 2016 yang tercatat sebesar 157,03. "Kenaikan terjadi pada semua sektor dan kelompok barang," kata Kepala BPS Suhariyanto di kantornya, Jakarta, Senin, 3 Oktober 2016.

    Suhariyanto mengatakan kenaikan tertinggi terjadi pada kelompok barang ekspor non migas yaitu sebesar 1,97 persen. Sektor pertanian naik 0,15 persen; sektor pertambangan dan penggalian 0,38 persen; sektor industri 0,27 persen; dan kelompok barang impor non migas 0,18 persen.

    Baca: Kantong Plastik di Toko Retail Digratiskan Lagi

    Perubahan indeks harga grosir  non migas sepanjang 2016 tercatat sebesar 8,01 persen. Perubahan IHPB year-on-year sebesar 10,96 persen.

    Pada September 2016, kelompok barang ekspor non migas penyumbang andil dominan terhadap perubahan IHPB yaitu sebesar 0,33 persen. Sektor pendukung lainnya ialah sektor pertanian menyumbang 0,03 persen; sektor pertambangan dan penggalian 0,01 persen; sektor industri 0,13 persen; dan kelompok barang impor non migas 0,02 persen.

    Simak: Ini Tarif Baru Airport Tax di Terminal 3 Ultimate  

    Indeks harga grosir  bahan bangunan atau konstruksi pada September naik 0,12 persen terhadap Agustus 2016. Kenaikan disebabkan oleh naiknya harga komoditas bak dan tangki sebesar 0,73 persen; bahan bangunan dari aluminium 0,38 persen; kerikil dan sirtu alam 0,31 persen; genteng dan atap lainnya 0,26 persen; dan pasir 0,24 persen. IHPB bahan baku, barang konsumsi, dan barang modal pada Agustus masing-masing naik sebesar 0,39 persen; 1,31 persen; dan 0,22 persen terhadap Juli 2016.

    VINDRY FLORENTIN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sah Tidak Sah Bitcoin sebagai Alat Pembayaran yang di Indonesia

    Bitcoin menjadi perbincangan publik setelah Tesla, perusahaan milik Elon Musk, membeli aset uang kripto itu. Bagaimana keabsahan Bitcoin di Indonesia?