Rahasia Floridina Menguasai Pasar Jus Jeruk  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Aristo kristandyo, Group Head Marketing Beverages PT Wings Food. (Dok. SWA)

    Aristo kristandyo, Group Head Marketing Beverages PT Wings Food. (Dok. SWA)

    TEMPO.COJakarta - Persaingan memperebutkan segmen minuman rasa jeruk tak pernah sepi. Salah satu pemain di bisnis itu adalah Floridina. Produk keluaran Wings Group ini menjadi penguasa pasarnya. Sejak lahir pada 2011, minuman produksi PT Wings Food ini tumbuh pesat dengan target pasar anak muda dan yang beranjak dewasa. Belakangan, mereka juga merambah pasar keluarga. Bahkan mereka mengalahkan Pulpy Orange keluaran Minute Maid yang di Indonesia hak edarnya dipegang grup Coca Cola.

    Dari data Nielsen, Floridina saat ini menjadi market leader dengan penguasaan pasar 35 persen di kategori jus dan disusul Minute Maid. Pertumbuhan pasar Floridina saat ini rata-rata 14 persen, jauh di atas rata-rata pasar.

    “Dengan BCL (Bunga Citra Lestari) dan konsep iklan yang lebih premium, kami mendapat ekstra customer. Caranya dengan membuat rute komunikasinya secara berkesinambungan dalam brand story,” kata Aristo Kristandyo, Group Head Marketing Beverages PT Wings Food.

    Baca juga: Grup Emtek Luncurkan Situs Oto.com Senilai US$25 Juta

    Menurut dia, misi membuat dan menambah besar ukuran customer juga memiliki konsekuensi tersendiri. Dengan pasar yang semakin besar, distribusi juga harus diperkuat agar konsumen mudah mendapatkan produk favoritnya.

    “Karakteristik konsumen yang masuk modern market, 40 persen membeli makanan dan minuman. Loyalitasnya hampir tidak ada. Jadi ketersediaan merupakan hal yang paling krusial. Kalau mereka lihat, mereka akan ingat iklan TV dan slogan yang kami buat,” kata Aristo.

    Untuk branding, menurut dia, tak bisa jauh dari anak muda usia 18-24 tahun. Golongan tersebut lebih suka yang bercerita, konten, dan storytelling. Karena itu, Floridina digagas tidak hanya untuk kanal tradisional, tapi juga modern. Contohnya, kampanye Floridina Original Games.

    “Ini upaya kami membuat pendekatan dengan konsumen dalam bentuk web series. Sekarang sudah masuk episode ke-13. Pemilihan media channel inilah yang kami pertimbangkan,” katanya.

    Kunci memperbesar merek, ujar Aristo, adalah jeli melihat tren. Saat banyak merek menciptakan konten yang menarik, gamification adalah kuncinya. Konsumen harus merasa terlibat agar terjadi konversi aktivitas hingga mereka melakukan pembelian.

    “Tak hanya postingan yang menarik, tapi juga gamification, seperti lomba menulis, dapat hadiah, foto, dapat hadiah. Sekarang masuk web series. Kami harus cepat bertindak agar tidak hanya jadi follower,” katanya.

    Untuk itulah, Wings Food memiliki tim yang solid untuk menjaga hubungan baik dengan komunitas, termasuk media. Setidaknya, hubungan yang solid mampu memunculkan ide segar untuk membuat konten baru yang menarik.

    “Untuk lebih engage dengan komunitas, bisa dalam bentuk program CSR, pelatihan digital, workshop, dan sebagainya,” ujar Aristo.

    SWA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Protokol PSBB Masa Transisi di DKI Jakarta, Ada Rem Darurat

    Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memberlakukan PSBB Masa Transisi mulai 5 Juni 2020. Sejumlah protokol harus dipatuhi untuk menghindari Rem Darurat.