Ini Alasan Yusuf Mansyur Ikut Tax Amnesty di saat Akhir  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Yusuf Mansyur dan Franky Welirang ikut serta program Tax Amnesty di Kantor Ditjen Pajak Pusat, Jakarta, Jumat, 30 September 2016. INGE/TEMPO

    Yusuf Mansyur dan Franky Welirang ikut serta program Tax Amnesty di Kantor Ditjen Pajak Pusat, Jakarta, Jumat, 30 September 2016. INGE/TEMPO

    TEMPO.CO, Jakarta - Ustad kondang Yusuf Mansyur mengikuti program pengampunan pajak atau tax amnesty di kantor Direktorat Jenderal Pajak, Jumat, 30 September 2016. Yusuf melakukan deklarasi harta dalam negerinya.

    Yusuf datang ke Direktorat Jenderal Pajak untuk menyampaikan surat pernyataan harta sekitar pukul 11.00 WIB. Bersamaan dengan Yusuf, hadir pula Direktur PT Indofood Sukses Makmur Franciscus Welirang, yang mewakili Presiden Direktur Anthoni Salim juga turut menyampaikan SPH langsung kepada Direktur Jenderal Pajak Ken Dwijugiasteadi.

    Yusuf, yang juga pemilik pesantren Daarul Qur'an, mengatakan keikutsertaan dia dalam program ini didasari niat bersedekah dan belajar. Disinggung mengenai keikutsertaannya di hari terakhir, ia pun menjawabnya santai. "Saya sebenarnya mau ikutan dari kemarin, tapi situasinya enggak enak. Saya takut dikira mau nyalon gubernur," katanya sambil tertawa kecil, Jumat, 30 September 2016.

    Selain itu, Yusuf mengaku baru sempat datang ke kantor pajak hari ini karena urusan pekerjaan yang padat di luar kota hingga luar negeri. "Kemarin juga sibuk ke luar kota dan ke luar negeri. Hari ini pas sekalian jadi khatib Jumat juga kan di sini," ujarnya.

    Sebelumnya, beberapa pengusaha telah mengikuti program tax amnesty. Mereka adalah pemilik Grup Lippo, James Riady; pemilik Grup Gemala, Sofjan Wanandi; Thohir bersaudara, Erick Thohir dan Garibaldi 'Boy' Thohir; putra Presiden Soeharto, Hutomo Mandala Putra alias Tommy Soeharto; serta bekas Kepala Badan Intelijen Negara Hendropriyono.

    Pada 27 September lalu, anggota Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia juga ramai-ramai ikut tax amnesty. Misalnya Ketua Umum Kadin Indonesia Rosan Roeslani; Presiden Direktur PT Visi Media Asia sekaligus CEO PT Bakrie Global Ventura Anindya Bakrie; calon Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Uno; serta pemilik Grup Sinar Mas, Franky Wijaya.

    INGE KLARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Kantor dan Tempat Kerja

    BPOM melansir panduan penerapan new normal alias tatanan baru. Ada sembilan rekomendasi agar pandemi tak merebak di kantor dan tempat kerja.