Asuransi Sawah: Premi Rp36 Ribu, Pertanggungan Rp6 Juta/Ha

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah petani menyemprotkan insektisida untuk membasmi hama Wereng Coklat di areal tanaman padi di Desa Bendo,  Kapas, Bojonegoro, Jatim, Senin (20/1). ANTARA/Aguk Sudarmojo

    Sejumlah petani menyemprotkan insektisida untuk membasmi hama Wereng Coklat di areal tanaman padi di Desa Bendo, Kapas, Bojonegoro, Jatim, Senin (20/1). ANTARA/Aguk Sudarmojo

    TEMPO.CO, Jakarta - Kementerian Pertanian bakal memperluas jangkauan layanan program asuransi usaha tani padi dan asuransi usaha ternak sapi ke sejumlah provinsi lain pada 2017.

    Direktur Pembiayaan Pertanian Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian Kementan Mulyadi Hendiawan menjelaskan pada tahun depan pemasaran asuransi usaha tani padi (AUTP) ditargetkan kepada satu juta hektar (ha) lahan. Proyeksi itu sebenarnya sama dengan target awal program sepanjang tahun ini, sebelum diturunkan menjadi hanya 700.000 ha sejalan dengan adanya pemangkasan dalam APBN-P 2016.

    Namun, dia menjelaskan target 2017 itu akan direalisasikan dengan menjangkau lebih banyak provinsi di Indonesia. Kendati begitu, dia belum bisa merincikan provinsi mana saja yang akan ditambahkan dalam sasaran pemasaran AUTP.

    “Rencananya, AUTP targetnya satu juta hektar di 22 provinsi,” ungkapnya kepada Bisnis, Selasa, 27 September 2016.

    Berdasarkan catatan Bisnis,  program asuransi yang didorong pemerintah, melalui Kementan, dan Otoritas Jasa Keuangan itu pada awalnya baru akan dijalankan di 16 provinsi dan 17 kabupaten.

    Dengan harga premi Rp180.000/ha, yakni 80% disubsidi pemerintah dan sisanya senilai Rp36.000 ditanggung petani, produk asuransi khusus itu memberikan pertanggungan senilai Rp6 juta/ha. PT Asuransi Jasa Indonesia (Persero) atau Jasindo ditunjuk sebagai satu-satunya pelaksana program tersebut.

    Hingga bulan lalu, produk AUTP sudah diberikan bagi 369.422 ha lahan. Meskipun begitu, Mulyadi optimistis pemasaran produk tersebut tetap dapat mencapai target pada periode tanam kedua, yakni sejak Oktober 2016 hingga Maret 2017.

    “Meskipun ada rencana pemangkasan lagi, sampai saat ini kami masih yakin target tercapai dengan jangkauan provinsi lebih luas dan lebih menyebar sejalan dengan animo masyarakat yang semakin besar,” ungkapnya.

    Selain itu, Mulyadi menjelaskan pada tahun depan pihaknya juga akan memperluas jangkauan AUTS, yakni dengan menargetkan layanan hingga ke 19 provinsi. Target penyaluran produk pun sebenarnya masih sama dengan target awal program untuk tahun ini, yakni 120.000 ekor.

    “NTT juga sebagai daerah penghasil sapi juga ingin didorong untuk menerima produk tersebut.”

    Dengan total subsidi senilai Rp19,2 miliar yang dianggarkan dalam APBN 2016, pada tahun ini pemerintah menanggung 80% biaya premi asuransi, sedangkan 20% sisanya dibayarkan pemilik sapi. Asuransi umum pelat merah, Jasindo, pun kembali ditunjuk menjadi pelaksana tunggal program tersebut.

    BISNIS.COM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kemendikbud, yang Diperhatikan Saat Murid Belajar dari Rumah

    Solusi menghambat wabah Covid-19 diantaranya adalah belajar dari rumah dengan cara menghentikan sekolah biasa dan menggantinya dengan sekolah online.