Okupansi Hotel di Bali Capai 85 Persen pada Agustus

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • gensantos.com

    gensantos.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Indonesian Hotel General Manager Association menyatakan tingkat hunian kamar hotel berbintang di Bali pada Agustus mencapai 85%-90%. Wakil Ketua Indonesian Hotel General Manager Association (IHGMA) I Made Ramia Adnyana menyatakan, musim liburan di dalam negeri, serta liburan anak sekolah di sejumlah negeri membuat kunjungan wisman ke Pulau Dewata meningkat.

    "Tingkat pertumbuhan kamar Agustus signifikan. Juli Agustus itu best season, karena udara dan cuaca bagus makanya banyak wisatawan ke sini," tuturnya, Selasa, 27 September 2016.

    IHGMA Bali merupakan wadah dari 300 general manager hotel bintang 3 hingga 5, dan vila di seluruh Bali.‎

    Menurutnya, wisatawan terbanyak masih didominasi orang turis dari Australia dan China. Diperkirakan pada Oktober mendatang tingkat kedatangan wisatawan akan menurun, sehingga hotel akan mengandalkan wisatawan MICE dan grup.

    Kendati tingkat okupansi masih tinggi, IHGMA mendesak pemerintah menyetop pemberian izin pembangunan hotel alias moratorium. Jumlah kamar sebanyak 130.000 dinilai sudah sangat banyak dan menyebabkan persaingan menjadi tidak sehat.

    Jika tidak dibatasi, dikhawatirkan menjadi bom waktu bagi Bali upaya menjaring wisatawan. Sebaiknya, usulnya, pemerintah mulai fokus membenahi infrastruktur jalan dan objek wisata agar memberikan layanan terbaik pengunjung.

    "Kalau dikomposisikan dengan total arrival sekarang dan jumlah kamar, maka okupansinya hanya 40%. Agar dikontrol pemberian izin kalau perlu disetop dulu dan tingkatkan promosi destinasi sehingga teman-teman hotel bisa kembali fokus mendapatkan okupansi," tuturnya.
    BISNIS.COM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    New Normal, Cara Baru dalam Bekerja demi Menghindari Covid-19

    Pemerintah menerbitkan panduan menerapkan new normal dalam bekerja demi keberlangsungan dunia usaha. Perlu juga menerapkan sejumlah perlilaku sehat.