Paket Kebijakan Ekonomi Ke-14 Akan Sasar Sektor E-Commerce

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo (kedua dari kanan) mendengarkan penjelasan Menteri Komunikasi dan Informasi Republik Indonesia, Rudiantara (kanan) dalam acara Indonesia E-Commerce Summit & Expo di Indonesia Convention Exhibition (ICE), BSD City, Banten, 27 April 2016. Acara yang diikuti sebanyak 122 brand terselanggara dari 27-29 April 2016. Tempo/ Aditia Noviansyah

    Presiden Joko Widodo (kedua dari kanan) mendengarkan penjelasan Menteri Komunikasi dan Informasi Republik Indonesia, Rudiantara (kanan) dalam acara Indonesia E-Commerce Summit & Expo di Indonesia Convention Exhibition (ICE), BSD City, Banten, 27 April 2016. Acara yang diikuti sebanyak 122 brand terselanggara dari 27-29 April 2016. Tempo/ Aditia Noviansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah sedang menyiapkan paket kebijakan ekonomi selanjutnya, paket kebijakan ekonomi ke-14. Sekretaris Kabinet Pramono Anung mengatakan paket kebijakan kali ini akan menyasar sektor ekonomi digital atau e-commerce. "Sekarang sedang disiapkan perpresnya," kata Pramono di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa, 27 September 2016.

    Sebelumnya, dalam rapat terbatas tentang pengembangan ekonomi digital, Presiden Joko Widodo ingin Indonesia ikut ambil bagian di sektor ekonomi digital. Saat hadir di pertemuan G-20 di Cina beberapa waktu lalu, negara-negara lain sudah mulai mengembangkan ekonomi berbasis digital. "Kami tidak boleh tertinggal," kata Jokowi ketika itu. Menurut dia, Indonesia mempunyai potensi yang besar di sektor ekonomi digital.

    Agar bisa bersaing, Jokowi melanjutkan, Indonesia mesti melakukan terobosan di sektor e-commerce. Salah satunya ialah mendukung pelaku start-up dengan memberikan akses modal agar terus tumbuh dan berkelanjutan. "Sebagai langkah awal, harus membangun channel system platform logistic dunia dan produk-produk yang berada di kampung (desa)," ucapnya.

    Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara menambahkan, kementerian atau lembaga terkait akan mempercepat proses pembuatan paket kebijakan yang tengah disiapkan dalam bentuk peraturan presiden (perpres). Sejauh ini ada 31 inisiatif yang disiapkan dalam draf perpres.

    Tiga puluh satu inisiatif itu, menurut Rudiantara, secara garis besar terdiri atas tujuh isu utama. Ia menyebutkan tujuh isu tersebut ialah sumber daya manusia dan pendidikan, pendanaan, perpajakan, perlindungan konsumen, keamanan cyber, logistik, serta infrastruktur komunikasi.

    Rudiantara menargetkan pada pertengahan 2018 pengembangan tujuh sektor itu bisa selesai. "Untuk mengejar target (pasar e-commerce) US$ 130 miliar pada 2020," kata dia.

    ADITYA BUDIMAN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sah Tidak Sah Bitcoin sebagai Alat Pembayaran yang di Indonesia

    Bitcoin menjadi perbincangan publik setelah Tesla, perusahaan milik Elon Musk, membeli aset uang kripto itu. Bagaimana keabsahan Bitcoin di Indonesia?