Dongkrak Wisatawan, PT Pelindo III Panjangkan Dermaga

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Dermaga Pantai Kenjeran Lama kini ditemani oleh latar belakang Jembatan Surabaya.  TEMPO/Aris Novia Hidayat

    Dermaga Pantai Kenjeran Lama kini ditemani oleh latar belakang Jembatan Surabaya. TEMPO/Aris Novia Hidayat

    TEMPO.CO, Jakarta - PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) III berencana memanjangkan sandaran kapal di sejumlah pelabuhan di wilayah kerjanya untuk meningkatkan kunjungan wisatawan asing dari kapal pesiar internasional.

    Kepala Humas PT Pelabuhan Indonesia III (Persero), Edi Priyanto, di Surabaya, Senin, 26 September 2016, mengatakan, hingga September 2016 kunjungan kapal pesiar tercatat sebanyak 52 unit yang terdiri dari 28 kapal pesiar masuk melalui Pelabuhan Benoa Bali dengan membawa sekitar 38.000 turis asing.

    Serta, 14 kapal pesiar masuk ke Pelabuhan Lembar NTB dengan membawa sekitar 20.000 turis, dan 10 unit kapal pesiar di Pelabuhan Tanjung Emas Semarang dengan membawa 12.000 turis.

    "Total 52 unit kapal pesiar yang masuk membawa penumpang sekitar 55.586 turis mancanegara, dan dengan berat mencapai 2.721.597 gross ton," katanya.

    Sementara data realisasi kunjungan kapal pesiar pada 2015 tercatat sebanyak 130 kapal pesiar dengan membawa 128.574 turis manca negara dengan berat kapal mencapai 6.798.284 gross ton atau masih lebih banyak tahun sebelumnya.

    Terkait rencana memperpanjang dermaga, PT Pelindo III akan menambah panjang dermaga untuk bersandarnya kapal pesiar yang berukuran besar dengan panjang di atas 300 meter.

    Priyanto mengatakan, perpanjangan akan dilakukan di Pelabuhan Bali dan Lombok NTB, yang merupakan tujuan dominasi kapal pesiar, juga di  Boom Marina, di Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur. 

    "Kementerian Pariwisata telah menargetkan kedatangan kapal pesiar ke Indonesia hingga 400 kapal pada 2016 ini," katanya.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Kantor dan Tempat Kerja

    BPOM melansir panduan penerapan new normal alias tatanan baru. Ada sembilan rekomendasi agar pandemi tak merebak di kantor dan tempat kerja.