Ekspor Indonesia ke Enam Negara ASEAN Naik 13,7 Persen  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO/Subekti

    TEMPO/Subekti

    TEMPO.CO, Jakarta - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia mencatat adanya peningkatan kontribusi ekspor sebesar 13,71 persen dari US$ 5,02 miliar menjadi US$ 5,7 miliar ke enam negara ASEAN di luar Singapura, Malaysia, dan Thailand tahun ini.

    Ketua Komite Tetap Pengembangan Ekspor Kadin Handito Joewono berujar, pemberlakuan Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) telah memberikan motivasi positif kepada eksportir-eksportir Indonesia untuk menggenjot ekspornya ke negara ASEAN.

    Sedangkan kinerja ekspor ke tiga negara tradisional pasar ekspor ASEAN turun, yakni Singapura -0,46 persen, Malaysia -14,7 persen, dan Thailand -6,09 persen. "Maka kita boleh berharap bahwa ketergantungan ekspor Indonesia ke Singapura akan semakin berkurang dan digantikan oleh ekspor ke negara-negara ASEAN lain," ucap Handito di kantornya, Kuningan, Jakarta, Senin, 26 September 2016.

    Handito menuturkan, dengan melihat fakta tersebut, sudah saatnya Indonesia semakin memberikan perhatian kepada pasar ASEAN dengan melihatnya sebagai kesatuan wilayah. "Ini artinya pembukaan gerai kita di sana perlu diintensifkan. Ekspor barang dan jasa juga harusnya bersama-sama," katanya.

    Pertumbuhan kontribusi ekspor ASEAN juga semakin meningkat menjadi 21,89 persen pada periode Januari-Agustus 2016. Angka tersebut lebih besar dibanding kontribusi Uni Eropa sebesar 11,09 persen; Amerika Serikat 12,31 persen; Cina 10,06 persen; Jepang 10,14 persen; dan India 7,17 persen.

    Industri pengolahan pun memberikan kontribusi 76,68 persen atau senilai US$ 70,33 miliar bagi total ekspor Indonesia. Angka tersebut meningkat dibanding periode yang sama tahun sebelumnya, yaitu sebesar 71,67 persen atau senilai US$ 73,54 miliar.

    "Meskipun kontribusinya meningkat, industri pengolahan atau manufaktur turun 4,37 persen," ujar Handito.

    Selanjutnya, volume ekspor migas Indonesia tercatat meningkat 0,33 persen saat nilai ekspornya turun 33,38 persen. "Sehingga penurunan nilai ekspor migas disebabkan sepenuhnya oleh penurunan harga rata-rata ekspor," tuturnya.

    GHOIDA RAHMAH



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.