PT KAI Kejar Target Pemasukan Angkutan Barang RP 5,1 Triliun  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Buruh angkut barang bawaan penumpang berusaha memasuki pintu kereta dari luar Jakarta yang datang di Stasiun Gambir, Jakarta, Selasa (23/8). Setiap kali mengangkut barang mereka mendapat upah sebesar 10 ribu rupiah. Meskipun aktifitas pemudik sudah mulai ramai tapi pendapatan mereka masih belum mengalami kenaikan yang berarti dikarenakan jumlah penambahan kereta kelas eksekutif tidak sebanyak kelas Bisnis dan Ekonomi. TEMPO/Wisnu Agung Prasetyo

    Buruh angkut barang bawaan penumpang berusaha memasuki pintu kereta dari luar Jakarta yang datang di Stasiun Gambir, Jakarta, Selasa (23/8). Setiap kali mengangkut barang mereka mendapat upah sebesar 10 ribu rupiah. Meskipun aktifitas pemudik sudah mulai ramai tapi pendapatan mereka masih belum mengalami kenaikan yang berarti dikarenakan jumlah penambahan kereta kelas eksekutif tidak sebanyak kelas Bisnis dan Ekonomi. TEMPO/Wisnu Agung Prasetyo

    TEMPO.CO, Jakarta - Direktur Sumber Daya Manusia, Umum, dan Teknologi Informasi PT Kereta Api Indonesia Muhammad Kuncoro Wibowo mengatakan target PT KAI untuk angkutan barang tahun ini sekitar Rp 5,1 triliun.

    "Untuk angkutan barang memang kalah dibanding angkutan penumpang," ujar Kuncoro di Hotel Borobudur, Jakarta, Senin, 26 September 2016.

    Menurut Kuncoro, selama ini, 91 persen pemasukan PT KAI berasal dari angkutan penumpang. "Masyarakat paling mengenal kereta untuk penumpang saja. Padahal untuk angkutan barang ada," ucapnya. 

    Untuk mencapai target tersebut, PT KAI akan memanfaatkan teknologi. "Saat ini sudah ada IT base untuk angkutan barang," tutur Kuncoro.

    Sistem angkutan barang tersebut, menurut Kuncoro, mencontoh ticketing pada angkutan penumpang. Selain itu, mereka yang mengirim barang dapat memantau kiriman barangnya telah sampai mana. "Jadi posisi barang telah sampai mana dapat terus di-monitoring," katanya.

    Selain itu, KAI tidak membatasi jenis barang yang akan dikirim. "Bisa masuk dalam komoditas apa saja," ujar Kuncoro.

    Hal ini, ucap Kuncoro, akan mempermudah pengusaha barang mengakses pasar menggunakan kereta api. "Jadi nanti tidak akan ada bedanya dengan kereta api penumpang," tuturnya.

    ODELIA SINAGA



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menimbun Kalori Kue Lebaran, seperti Nastar dan Kastengel

    Dua kue favorit masyarakat Indonesia saat lebaran adalah nastar dan kastangel. Waspada, dua kue itu punya tinggi kalori. Bagaimana kue-kue lain?