Skema Pembiayaan Non-APBN Siap Biayai Jalan Tol Trans-Jawa

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah pekerja membangun tiang underpass di lokasi megaproyek infrastruktur jalan tol Trans Jawa ruas Solo-Ngawi-Kertosono di Ngawi, Jawa Timur, 17 April 2016. ANTARA FOTO

    Sejumlah pekerja membangun tiang underpass di lokasi megaproyek infrastruktur jalan tol Trans Jawa ruas Solo-Ngawi-Kertosono di Ngawi, Jawa Timur, 17 April 2016. ANTARA FOTO

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Tim Pembiayaan Infrastruktur Non-APBN Bambang Brodjonegoro mengatakan pembangunan Jalan Tol Trans-Jawa akan menjadi proyek pertama yang dibiayai melalui skema non-Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. “Tahun ini cair, tinggal tunggu hasil rapat umum pemegang saham mereka,” ucap Bambang di kantornya akhir pekan lalu.

    RUPS tersebut, ujar Bambang, merujuk pada PT Taspen dan PT BPJS yang akan memberikan modalnya untuk pembangunan. Skema pembiayaan non-APBN memang mengincar dana-dana abadi, seperti dana pensiun, dana asuransi, dan dana yang bersumber dari investor private equity. Hal ini dilakukan untuk menekan penyaluran penanaman modal negara yang selalu terhalang ketika meminta restu Dewan Perwakilan Rakyat.

    “Tahun lalu, Angkasa Pura II minta PMN untuk membangun Terminal 3. Kurang pas sebenarnya duit negara buat komersial,” kata Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas itu.

    Menurut Bambang, dua perusahaan ini akan mencairkan dana senilai Rp 15 triliun untuk salah satu ruas dari total kebutuhan modal proyek sebesar Rp 70 triliun. PT Sarana Multi Infrastruktur dan PT Penjaminan Investasi Indonesia juga akan dilibatkan sebagai pendamping dan penjamin proyek. Setidaknya ada potensi dana kelolaan dari Taspen sebesar Rp 140 triliun dan Rp 220 triliun yang dimiliki BPJS.

    Baca Juga: Cegah Peredaran Uang Palsu Menjelang Pilkada, BI Gandeng Polri

    Bambang mengklaim telah mendapatkan komitmen dari direktur utama masing-masing perusahaan tersebut. “Dirut Taspen bilang, masa depan dana kelolaannya suram kalau terus di deposito dan SUN. Suku bunga kita akan rendah,” tutur. Pun ekspansi dana pensiun telah lumrah di dunia. Bandara Internasional Kuala Lumpur, ucap Bambang, dimiliki salah satu perusahaan dana pensiun Malaysia.

    “Masih banyak sumber lain, seperti dana pensiun Pertamina, PLN, dan Telkom yang akan kita ajak nanti,” ujar Bambang. Bekas Menteri Keuangan ini mengatakan sumber dana ini akan digunakan untuk membiayai infrastruktur komersial semacam pembangkit listrik, jalan tol, pelabuhan, dan bandara. Pembiayaan non-APBN ini akan menggunakan skema pembiayaan infrastruktur swasta atau BUMN murni tanpa adanya jaminan pemerintah.

    Simak: Kata Ahok dan Agus Yudhoyono Soal Selfie di RSAL Mintohardjo

    Sebelumnya, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono berjanji akan akan mempercepat pembangunan Jalan Tol Trans-Jawa. Ditargetkan, proyek jalan bebas hambatan tersebut selesai akhir tahun ini.

    "Kami akan menyelesaikan percepatan Jalan Tol Trans-Jawa. Insya Allah, sebelum tahun depan, jalan tol ini bisa difungsikan," ucap Basuki, 18 Juli 2016.

    Basuki menjelaskan, kelak Jalan Tol Trans-Jawa akan menyambung jalur dari Brebes sampai Semarang. Jalan tol itu meliputi jalur Brebes-Pemalang sepanjang 37 kilometer, jalur Pemalang-Batang 35 kilometer, dan jalur Batang-Semarang 75 kilometer.

    ANDI IBNU | ANTARA

    Baca juga:

    Anies Bisa Kalahkan Ahok? Inilah 5 Hal Mengejutkan di Pilkada DKI
    Aryani Mau Buka-bukaan Mister X, Reaksi Mario Teguh Ditunggu



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    New Normal, Cara Baru dalam Bekerja demi Menghindari Covid-19

    Pemerintah menerbitkan panduan menerapkan new normal dalam bekerja demi keberlangsungan dunia usaha. Perlu juga menerapkan sejumlah perlilaku sehat.