Sudirman Said Paparkan Sosok Menteri ESDM Ideal  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri ESDM Sudirman Said bersama istrinya, Astrid, menunggu Menteri ESDM yang baru, Archandra Tahar, di Kementerian ESDM, 27 Juli 2016. Tempo/Vindry Florentin

    Menteri ESDM Sudirman Said bersama istrinya, Astrid, menunggu Menteri ESDM yang baru, Archandra Tahar, di Kementerian ESDM, 27 Juli 2016. Tempo/Vindry Florentin

    TEMPO.CO, Jakarta - Mantan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Sudirman Said berharap sosok Menteri ESDM definitif pengganti Arcandra Tahar merupakan orang yang mempunyai jaringan yang luas. Sehingga nantinya dalam bekerja tidak bergantung pada kemampuan dirinya sendiri.

    "Sebaiknya orang yang punya jangkauan ke kiri dan kanan yang luas," kata Sudirman saat ditemui dalam sebuah diskusi bertemakan ketahanan energi, di Universitas Gadjah Mada kampus Jakarta, Tebet, Jakarta Selatan, Sabtu, 24 September 2016.

    Sudirman melanjutkan, hal lain yang harus dimiliki seorang Menteri Energi adalah tak memiliki agenda, di mana agenda itu hanya untuk kepentingannya sendiri atau kelompoknya. "Kalau ada agenda, nanti dia screening orang yang sejalan dengan agenda saya siapa."

    Bagi Sudirman, jika seorang Menteri ESDM definitif nanti tak memiliki agenda, maka akan memiliki kebebasan dalam berkreasi dan pastinya akan memiliki niat membenahi sektor ini. "Saya kira banyak sekali orang yang bisa diambil (jadi pembantu menteri)," ucapnya.

    Kemudian Sudirman bercerita pengalamannya saat ditunjuk sebagai Menteri Energi. Saat itu, dia merasa tak ada yang lebih sial dari penunjukan dirinya sebagai Menteri ESDM. "Pendahulunya, Sekjennya, Kepala SKK Migasnya, pimpinan Komisi VII dipenjara semua," ujarnya.

    Sudirman mengakui dengan reputasi yang begitu buruk, tapi memiliki pekerjaan rumah yang besar, dia harus kembali ke nilai-nilai yang ideal. Karena itu, ketika dia menjabat Menteri ESDM, dia membayangkan didampingi sejumlah orang yang dia kenal baik seperti mantan Dirut PLN Nur Pamudji dan Kepala SKK Migas Amien Sunaryadi.

    DIKO OKTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kemendikbud, yang Diperhatikan Saat Murid Belajar dari Rumah

    Solusi menghambat wabah Covid-19 diantaranya adalah belajar dari rumah dengan cara menghentikan sekolah biasa dan menggantinya dengan sekolah online.